EFISIENSI PENULARAN VIRUS MOSAIK BENGKUANG DENGAN Aphis craccivora Koch. DAN A. gossypii Glover.
ABSTRAK: Virus mosaik
bengkuang (VMB) merupakan virus penting pada bengkuang di Indonesia. Selain
dapat ditularkan secara mekanik, VMB dapat ditularkan melalui kutudaun. Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi penularan VMB menggunakan Aphis craccivora
dan A. gossypii dengan menggunakan 1, 3,
5, 7 dan 10 ekor kutudaun. Peubah yang diamati adalah masa inkubasi, tipe
gejala, dan kejadian penyakit. Penularan virus dengan kedua spesies kutu daun
dengan jumlah satu ekor sudah cukup efisien untuk menularkan VMB. Penularan dengan A. craccivora
menunjukkan kejadian penyakit sekitar 90-100%, menunjukkan perbedaan
masa inkubasi antara satu ekor dengan 3, 5, 7, dan 10 ekor, dan tipe gejala
yang ditimbulkan oleh A. craccivora
adalah mosaik, penebalan tulang daun dan malformasi daun yang parah dengan
bentuk daun mengecil dan memanjang menyerupai tali. Penularan dengan A.gossypii
menunjukkan kejadian penyakit 70-100%, tidak ada perbedaan masa inkubasi antar perlakuan,
namun lebih masa inkubasi lebih panjang dibandingkan penularan dengan A. craccivora. Tipe gejala hasil penularan
dengan A. gossypii adalah mosaik, penebalan tulang daun dan malformasi daun
dengan permukaan daun berkerut dan seperti lepuhan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kedua spesies kutudaun dapat menjadi vektor yang efisien dalam menularkan
VMB dan diantara keduanya A. craccivora
memiliki kemampuan sebagai serangga vektor yang lebih efisien sebagai vektor virus
VMB dibandingkan dengan A. gossypii.
Penulis: Tri Asmira Damayanti,
Endah Muliarti, Dewi Sartiami
Kode Jurnal: jppertaniandd100138