PROSES BERPIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA DITINJAU DARI ADVERSITY QUOTIENT (Penelitian dilakukan di MTs Negeri Dolopo Tahun Ajaran 2011/2012)

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menggambarkan  proses  berpikir  siswa  kelas  8  SMP  yang  memiliki tinggi, sedang , dan tingkat AQ yang rendah dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan aturan Polya itu  .  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  deskriptif  kualitatif  .  Subyek  penelitian  adalah  siswa  ke las  8  MTs Negeri  Dolopo  yang  terdiri  dari  tiga  mahasiswa  saja.  Kriteria  pemilihan  subjek  didasarkan  pada  tingkat  AQ siswa (yaitu tinggi, sedang , dan rendah AQ ) dan kelancaran komunikasi ( lisan dan tulisan ) . Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara berbasis tugas yaitu uji pemecahan masalah tentang pesawat bentuk . Analisis data dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari teknik wawancara berbasis tugas . Maka metode triangulasi  dilakukan  untuk  mendapatkan  data  penelitian  yang  valid  .  Hasil  penelitian  yang  menggambarkan proses berpikir siswa berdasarkan tingkat mereka Adversity Quotient ( AQ ) adalah sebagai berikut : The high AQ mahasiswa menggunakan proses asimilasi berpikir dalam masalah pemahaman . The high-  AQ mahasiswa menggunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi dalam  membuat rencana pemecahan  masalah . Dalam melaksanakan  rencana  pemecahan  masalah  dan  memeriksa  hasil  dari  pemecahan  masalah  ,  siswa  high-  AQ digunakan  asimilasi  proses  berpikir  .  Media  -  AQ  mahasiswa  menggunakan  asimilasi  dan  proses  berpikir akomodasi di  masalah pemahaman . Dalam  membuat dan  melaksanakan rencana pemecahan  masalah , siswa menengah  -  AQ  digunakan  asimilasi  proses  berpikir  .  Dalam  mengecek  kembali  hasil  pemecahan  masalah  , siswa menengah -  AQ digunakan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . Sementara siswa rendah  -  AQ tidak lengkap  dalam  masalah  pemahaman  karena  siswa  memiliki  ketidaksempurnaan  proses  asimilasi  berpikir  . Mahasiswa  juga  tidak  lengkap  dalam  membuat  rencana  pemecahan  masalah  karena  siswa  memiliki ketidaksempurnaan asimilasi dan proses berpikir akomodasi . dalam melaksanakan rencana pemecahan masalah dan mengecek kembali hasil pemecahan siswa rendah AQ tidak melakukan keduanya asimilasi dan akomodasi masalah.
Kata kunci: Proses Berpikir , Adversity Quotient ( AQ ) , Matematika Soal , Problem
Penulis: Titin Masfingatin
Kode Jurnal: jpmatematikadd130078

Artikel Terkait :