PROSES BERPIKIR KREATIF SISWA SMP YANG MENGIKUTI BIMBINGAN BELAJAR DALAM MENYELESAIKAN SOAL-SOAL UJIAN NASIONAL
Abstrak: Dalam menyelesaikan
soal-soal ujian nasional
matematika, siswa yang
mengikuti bimbingan belajar memiliki kemampuan berpikir kreatif yang
baik. Dengan mengikuti bimbingan belajar
sangat membantu siswa
dalam menyelesaikan kesulitan-kesulitan yang
mereka temukan saat menyelesaikan
soal-soal dalam menghadapi ujian nasional. Proses bepikir kreatif merupakan suatu
proses aktivitas mental yang terkait dengan kepekaan terhadap masalah,
mempertimbangkan informasi baru dan
ide-ide yang tidak
biasanya dengan suatu
pikiran terbuka. Dalam
berpikir kreatif ada 5
tahapan yang harus
dilewati yaitu orientasi,
inkubasi, iluminasi, verifikasi,
dan aplikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses berpikir siswa
SMP yang mengikuti bimbingan belajar
ketika menyelesaikan soal-soal
ujian nasional. Jenis
penelitian ini adalah penelitian kualitatif dan penelitian
dilakukan pada 6 orang siswa SMP yang mengikuti bimbingan belajar di luar
sekolah yang dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori tinggi, kategori sedang,
dan kategori rendah yang
masing-masing kategori berjumlah
dua orang siswa.
Teknik pengumpulan data pada
penelitian ini yaitu
menggunakan metode tes
dan wawancara sedangkan
teknik keabsahan data penelitian
ini mengunakan teknik
triangulasi teknik. Pada
penelitian ini peneliti dalam menganalisis
data menggunakan 3
komponen yaitu reduksi
data, sajian data,
penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian yang
dilakukan menunjukan bahwa
pada tahap (1)
orientasi: a. semua
subyek kategori tinggi, sedang
dan rendah mampu
mengumpulkan informasi dengan
baik. b. Mengidentifikasi masalah,
subjek kategori tinggi
dan sedang dapat
mengidentifikasi masalah dengan
baik, sedangkan pada kategori rendah dapat mengidentifikasi masalah dengan
cukup. (2) inkubasi: subyek kategori
tinggi dan sedang
mampu melewati dengan
baik sedangkan subyek kategori rendah
mampu melewatinya dengan
cukup. (3) iluminasi:
subyek kategori tinggi
dapat menemukan ide atau
inspirasi dengan baik,
subyek kategori sedang
belum dapat disimpulkan secara umum.
(4) verifikasi:a. Mengevaluasi
pemecahan masalah, subyek
kategori tinggi dan sedang mampu mengevaluasi pemecahan
masalah baik, sedangkan subyek kategori rendah belum dapat disimpulkan secara
umum, b. Memutuskan solusi, semua subyek dapat memutuskan solusi dengan baik.
(5) aplikasi: semua subyek mengambil langkah-langkah solusi dengan cukup.
Penulis: Natalia Desi A., Sardulo
Gembong, Tri Andari
Kode Jurnal: jpmatematikadd130065