Profil Kandungan Protein Dan Tekstur Tahu Akibat Penambahan Fitat Pada Proses Pembuatan Tahu

Abstrak: Telah  dilakukan  penelitian  yang  bertujuan  untuk  mempelajari  profil  kandungan protein  dan  tekstur  tahu  akibat  penambahan  fitat  pada  proses  pembuatan  tahu  dengan koagulan asam asetat. Fitat merupakan senyawa monoinositol heksafosfat yang terdapat pada biji-bijian berkisar 1-5 % (b/b) dan  dikenal sebagai antioksidan alami. Oleh karena itu  diupayakan  untuk  memanfaatkan  fitat  kedalam  proses  pengolahan  makanan  untuk meningkatkan produknya.
Pada penelitian ini tekstur tahu diukur dengan alat Penetrometer dan kadar protein dengan  metode  Kjeldahl  pada  variasi  pH  penggumpalan  protein  susu  kedelai  tanpa penambahan fitat dan dengan penambahan fitat.
Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  variasi  pH  penggumpalan  protein  susu kedelai yang ditambahi fitat ternyata mempengaruhi gumpalan tahu yang terbentuk. Jika dibandingkan dengan tahu tanpa penambahan fitat maka terjadi penurunan berat protein tahu pada pH titik isoelektrik (4,5)  yaitu dari 8,131 g menjadi 6,273 g. Bertambahnya konsentrasi fitat hingga 0,05 % (b/v) menyebabkan naiknya kekerasan tahu dari  3,02 cm menjadi 1,88 cm. Diatas konsentrasi tersebut kekerasan tahu menurun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penambahan fitat akan menyebabkan meningkatnya kekerasan tahu namun dapat menurunkan kadar protein tahu.
Kata kunci: tahu, fitat, titik isoelektrik
Penulis: Purbowatiningrum.R. Sarjono, Nies.S. Mulyani, Agustina.L.N. Aminin, Wuryanti
Kode Jurnal: jpkimiadd060047

Artikel Terkait :