PERFORMA OKSIDASI METAN PADA REAKTOR KONTINYU DENGAN PENINGKATAN KETEBALAN LAPISAN BIOCOVER LANDFILL
ABSTRAK: Penanganan sampah
kota di Indonesia pada umumnya dilakukan pada tempat pemrosesan akhir sampah
(TPA), yang sebagian besar dilakukan dengan cara pengurugan (landfilling) yang
cenderung bersifat anaerob (tidak ada oksigen). Cara pengurugan ini biasanya
dioperasikan lapis perlapis sehingga memungkinkan terjadinya proses anaerob.
Pada kondisi ini dipastikan biogas, yaitu gas metana (CH4) dan CO2, akan
muncul. Metana adalah gas rumah kaca dengan potensi pemanasan global lebih
besar dari CO2, dan dapat mengabsorpsi radiasi infra merah 23 kali lebih
efisien dari CO2 pada periode lebih dari 100 tahun. Salah satu cara yang dapat
dilakukan untuk mengurangi gas metana dari landfill yang lepas ke alam adalah
dengan mengoksidasinya dengan memanfaatkan material penutup landfill (biocover)
sebagai media mikroorganisma pengoksidasi metana. Aplikasi kompos sebagai
material penutup landfill merupakan pendekatan dengan biaya rendah untuk
mereduksi emisi gas dari landfill sehingga cocok untuk negara berkembang.
Biocover yang digunakan pada penelitian ini adalah kompos landfill mining,
yaitu kompos yang terdegradasi secara alami di landfill. Tujuan penelitian ini
adalah mengevaluasi kemampuan biocover kompos landfill mining dalam
mengoksidasi metana pada ketebalan lapisan tertentu dengan kondisi aliran
kontinyu. Tiga buah reaktor kolom yang digunakan terbuat dari flexy glass
berukuran tinggi 70 cm dan diameter 15 cm. Gas metana dialirkan dari bawah
reaktor secara kontinyu dengan laju alir 5 ml/menit. Kolom diisi dengan
biocover kompos landfill mining dengan ketebalan lapisan 5, 25, 35 dan 60 cm.
Hasil percobaan menunjukkan bahwa semakin tebal lapisan biocover, semakin
tinggi efisiensi oksidasi metana. Efisiensi oksidasi yang diperoleh pada setiap
ketebalan lapisan 15, 25, 35 dan 60 cm adalah masing-masing 56,43%, 63,69%,
74,58% dan 80,03%, dengan laju oksidasi 0,287 mol m-2 d-1 dan fraksi oksidasi
97%. Hasil oksidasi yang diperoleh tersebut diperkuat dengan identifikasi bakteri yang berhasil
diisolasi, yaitu bakteri metanotrofik yang memiliki kemampuan dalam mengoksidasi
metana melalui metabolit antara berupa metanol.
Penulis: Opy Kurniasari, Tri
Padmi, Edwan Kardena, Enri Damanhuri
Kode Jurnal: jpkimiadd130350