UPAYA PENINGKATAN MUTU DAN EFISIENSI PROSES PENGERINGAN JAGUNG DENGAN MIXED-ADSORPTION DRYER
Abstrak: Masalah utama proses
pengeringan jagung adalah rendahnya efisiensi energi (50%) dan mutu produk
sehingga beban biaya operasi besar untuk konsumsi bahan bakar. Pengering
adsorpsi dengan zeolite berpotensi untuk mengatasi permasalahan ini. Penelitian
ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh komposisi jagung-zeolite dan suhu
terhadap kecepatan pengeringan dan kandungan protein dan lemak di dalam jagung.
Penelitian dilakukan dengan variabel berubah yaitu rasio antara jagung dan
zeolit (1:0, 1:3, 1:1, 3:1) dan suhu udara masuk (suhu kamar, 30oC, 40oC,
50oC). Pengambilan sampel untuk pengujian kadar air dilakukan setiap 15 menit.
Untuk keperluan energi dihitung pula efisiensi energi (h) berdasarkan jumlah
panas yang digunakan untuk menguapkan air dari jagung (Qevap) dibagi dengan
kebutuhan panas total untuk meregenerasi zeolit dan menaikkan suhu udara
(Qintr). Profil temperatur dan air di dalam mixed adsorption dryer juga
dipelajari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak jumlah zeolit
yang digunakan, kadar air hasil akhir pengeringan makin sedikit, kadar protein
dan lemak hasil akhir pengeringan relatif konstan. Semakin besar suhu udara
masuk pengering, kadar air hasil pengeringan makin sedikit, kadar protein
semakin menurun, dan kadar lemak tidak berubah/relatif konstan. Variabel yang
terbaik adalah variabel dengan rasio jagung:zeolit yaitu 1:3 dan menggunakan
suhu udara pengering 50oC. Sedangkan variabel yang cocok dan sesuai dengan
standar SNI untuk makanan kering (14%) adalah variabel dengan menggunakan suhu
udara pengering antara 40oC dan 50oC dengan rasio berat jagung : zeolit adalah
1:3. Efisiensi energi diperoleh sebesar 81,23%. Pemodelan yang dilakukan dengan
Femlab (COMSOL) dapat menggambarkan profil kandungan air dan suhu di dalam
jagung dan zeolit.
Penulis: Luqman Buchori,
Mohamad Djaeni, Laeli Kurniasari
Kode Jurnal: jpkimiadd130349