PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA SMP MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING
ABSTRAK: Penelitian eksperimen
ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kritis
matematis antara siswa yang diajar dengan menggunakan Pendekatan Contextual
Teaching and Learning dan diajar dengan menggunakan Pendekatan Konvensional, perbedaan
peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis ditinjau dari level siswa,
serta interaksi antara pendekatan pembelajaran dan level pengetahuan awal
matematika siswa dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa.
Metode penelitian terdiri dari 3 tahap yaitu (1) tahap persiapan, meliputi
pembuatan dan pengembangan instrumen, penyiapan perangkat pembelajaran, validasi
instrumen dan perangkat pembelajaran, ujicoba instrumen, dan perbaikan
instrumen; (2) tahap pelaksanaan, meliputi pemilihan sampel, melakukan tes PAM,
melakukan pretes, menerapkan pembelajaran, dan melakukan postes; (3) tahap
analisis data hasil penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes. Nilai
gain diperoleh dari rumus Meltzer dengan hasil : untuk kelas eksperimen nilai
gain minimum = -0,60 dan maksimum = 1, sedangkan untuk kelas kontrol nilai gain
minimum = -0,20 dan maksimum = 1. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa (1)
terdapat perbedaan signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis
matematis siswa antara yang pembelajarannya menggunakan Pendekatan Contextual Teaching
and Learning dan menggunakan Pendekatan Konvensional, (2) terdapat perbedaan
signifikan dalam peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa
pada level pengetahuan awal matematika tinggi, sedang, dan rendah, dan (3)
tidak terdapat interaksi antara pendekatan pembelajaran dan level pengetahuan
awal matematika siswa terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis
siswa.
Kata kunci: Kemampuan Berpikir
Kritis Matematis, Pendekatan Contextual Teaching and Learning, Pendekatan Konvensional
Penulis: Ali Syahbana
Kode Jurnal: jpmatematikadd120087