PENGGUNAAN LUMPUR AKTIF SEBAGAI MATERIAL UNTUK BIOSORPSI PEWARNA REMAZOL
ABSTRAK: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui massa biosorben optimum, waktu kontak optimum dan
konsentrasi pewarna optimum dalam biosorpsi lumpur aktif terhadap pewarna
remazol teknis serta mengetahui pengaruh proses biosorpsi terhadap kadar COD
(Chemical Oxygen Demand) pewarna remazol
teknis. Proses biosorpsi dilakukan dengan sistem batch pada berbagai variasi
massa biosorben, waktu kontak dan konsentrasi pewarna remazol teknis. Larutan
pewarna remazol teknis sebelum dan sesudah biosorpsi dianalisis secara kuantitatif
dengan spektrofotometer UV-Vis. Penentuan kadar COD dilakukan pada larutan
remazol teknis sebelum dan sesudah adsorpsi. Efisiensi biosorpsi dinyatakan
dalam bentuk konsentrasi teradsorpsi dibagi konsentrasi mula-mula larutan dan
dikalikan 100%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: massa lumpur aktif yang
memberikan efisiensi terbesar pada biosorpsi remazol blue yaitu 5 gram dengan
efisiensi biosorpsi 6,83% sedangkan untuk remazol red adalah 150 gram dengan
efisiensi biosorpsi 67,19%. Waktu optimum dalam biosorpsi remazol blue
menggunakan lumpur aktif adalah 15 menit dengan efisiensi biosorpsi 7,98%,
sedangkan untuk remazol red adalah 75 menit dengan efisiensi biosorpsi 9,30%.
Konsentrasi optimum dalam biosorpsi remazol blue menggunakan lumpur aktif
adalah 200 ppm dengan efisiensi biosorpsi 6,19% dan untuk remazol red 600 ppm
dengan efisiensi biosorpsi 9,10%. Kadar COD
pewarna remazol blue mengalami penurunan sebesar 22,22% setelah proses
biosorpsi dengan lumpur aktif.
Penulis: Dewi Yuanita, Endang Widjajanti dan Sulistyani
Kode Jurnal: jpkimiadd140010