POTENSI EKSTRAK DAUN KAMBOJA (Plumeria alba L.) SEBAGAI ANTIBAKTERI DAN IDENTIFIKASI GOLONGAN SENYAWA BIOAKTIFNYA
ABSTRAK: Berbagai macam flora
dapat ditemui dan dapat dimanfaatkan, sebagai tanaman obat. Tanaman obat
merupakan sumber utama ditemukannya senyawa kimia baru dengan efek terapetik.
Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai tanaman obat adalah tanaman
kamboja (Plumeria alba L cv. Acutifolia). Tanaman Kamboja termasuk famili Apocynaceae.
Tanaman kamboja merupakan tanaman tradisional yang dilaporkan mempunyai
berbagai khasiat, antara lain daunnya sebagai pencahar, antigatal dan
antibakteri, buah dan kulit batangnya dilaporkan berefek antiinflamasi. Tujuan
dari penelitian ini adalah mengetahui
potensi dari daun kamboja sebagai antibakteri, menentukan Konsentrasi Hambat
Tumbuh Minimum (KHTM) dari ekstrak daun kamboja yang memiliki aktivitas
penghambatan paling tinggi dan menentukan golongan senyawa kimia apa saja yang
terdapat dalam ekstrak daun kamboja yang mempunyai aktivitas antibakteri paling
tinggi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kamboja dengan
konsentrasi 1000 ppm dapat menghambat pertumbuhan bakteri S. aureus.
Konsentrasi 30 ppm merupakan konsentrasi yang paling rendah yang mampu
menghambat pertumbuhan S. aureus dengan zona hambat sebesar 1,3 mm. Analisis
spektrofotometer FT-IR, ekstrak etanol daun kamboja memiliki gugus fungsi C-H
sp3 (metil), C-C, C=C alkena alifatik, O-H dan C-O.
Penulis: Dian Riana Ningsih,
Zusfahair, Purwati
Kode Jurnal: jpkimiadd140011