PENGARUH RATIO H2SO4 DAN WAKTU REAKSI TERHADAP KUANTITAS DAN KUALITAS BIODIESEL DARI MINYAK JARAK PAGAR
Abstract: Persediaan energi
dari fosil saat ini sangat terbatas, sehingga perlu dicari alternatif energi
lain dari bahan yang terbarukan. Salah satu alternative untuk menggantikan
bahan baker fosil adalah dengan menggunakan biodiesel sebagai energi terbarukan
dari minyak nabati. Jarak pagar (jatropha curcas linn) berpotensi sebagai bahan
baku energi terbarukan, karena kandungan minyak pada bijinya tinggi sekitar 40
– 60%, selain itu tanaman ini juga merupakan tanaman nonpangan (nonedible oil).
Biodiesel dari minyak jarak dapat dibuat dari minyak jarak pagar melalui proses
esterifikasi atau transesterifikasi.Pengaruh waktu reaksi dan konsentrasi H2SO4
diukur dengan parameter kualitas biodiesel yaitu free fatty acid (FFA), angka
penyabunan, viskositas, densitas, dan angka asam. Pada proses produksi
biodiesel, terlebih dahulu dilakukan proses esterifikasi untuk membentuk metil
ester dan mengurangi kandungan asam lemak bebas didalam minyak jarak pagar
dengan mereaksikannya dengan methanol dan katalis H2SO4. Setelah esterifikasi,
proses dilanjutkan dengan transesterifikasi untuk mengkonversikan trigliserida
menjadi metil ester dengan menambahkan katalis NaOH. Produk yang diperoleh
yaitu metil ester sebagai produk utama dan gliserol sebagai produk samping.
Variabel proses yang digunakan adalah konsentrasi H2SO4, waktu reaksi (t = 1
dan 2 jam) dengan methanol 15 % berat dan temperature 60oC. Setelah
membandingkan dengan standar mutu biodiesel, diperoleh kondisi optimum dari
proses penelitian, yaitu pada konsentrasi H2SO4 1% dan waktu reaksi 2 jam
dengan konversi 92,06%.
Penulis: Dennis Hasahatan,
Joko Sunaryo, Leily Nurul Komariah
Kode Jurnal: jpkimiadd120135