PENGARUH RASIO PELARUT TERT-BUTANOL TERHADAP MINYAK DAN SUHU REAKSI GLISEROLISIS PADA PEMBUATAN MONO DAN DIASILGLISEROL (MDAG) MENGGUNAKAN KATALIS ABU CANGKANG TELUR AYAM

Abstrak: Mono dan diasilgliserol (MDAG) merupakan salah satu agen pengemulsi sintesis yang paling banyak digunakan  dalam  industri  makanan.  Agen  pengemulsi  merupakan  salah  satu  produk  oleokimia  yang bernilai  ekonomis  tinggi.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menghasilkan  MDAG  melalui  proses gliserolisis  refined  bleached  deodorize  palm  oil  dan  gliserol  dengan  pemanfaatan  limbah  cangkang telur ayam sebagai katalis (4 % dari berat minyak) selama 2 jam, dimana variabel uji yaitu rasio  tert-butanol terhadap minyak (1, 2, dan 3 v/w) dan suhu reaksi (60, 70, dan 80 oC). Limbah cangkang telur ayam  dikalsinasi  pada  suhu  900  oC  selama  2  jam  sehingga  akan  dihasilkan  katalis  CaO  aktif. Selanjutnya  dilakukan  proses  gliserolisis  untuk  menghasilkan  MDAG.  MDAG  yang  dihasilkan dipisahkan  dari  gliserol  pada  corong  pemisah.  Selanjutnya  lapisan  atas  yang  terbentuk  pada  corong pemisah  diuapkan  untuk  memisahkan  MDAG  dengan  tert-butanol.  Kadar  MDAG  dianalisis menggunakan  Kromatografi  Gas.  Hasil  terbaik  diperoleh  pada  temperatur  70  oC,    rasio  co-solvent tert-butanol  terhadap  minyak  3:1  (v/w),  waktu  reaksi  2  jam,  dan  jumlah  katalis  4%  dari  minyak dengan  kadar  MDAG  sebesar  68,62%.  MDAG  yang  diperoleh  merupakan  emulsifier  w/o  dengan Hydrophilic  Lipophilic  Balance  yaitu  5,19.  Hasil  yang  diperoleh  dari  penelitian  ini  menunjukkan bahwa  limbah  cangkang  telur  ayam  cocok  digunakan  sebagai  sumber  katalis  untuk  memproduksi mono dan diasilgliserol.
Kata kunci: cangkang telur, co-solvent, gliserolisis, mono dan diasilgliserol
Penulis: Retno Dian Lestari Purba, Margareth Nainggolan, M. Yusuf Ritonga
Kode Jurnal: jpkimiadd140371

Artikel Terkait :