PENGARUH PENAMBAHAN RESORSINOL PADA PEMBUATAN PEREKAT LIKUIDA SABUT KELAPA
Abstrak: Perekat likuida
sabut kelapa adalah
hasil reaksi antara
lignin pada serbuk
bahan yang digunakan dengan
senyawa aromatik pada suhu tinggi sehingga diperoleh suatu larutan yang dapat digunakan
sebagai perekat. Penelitian
ini bertujuan untuk
mengetahui karakteristik kualitas
perekat likuida sabut kelapa (LSK) dan mengetahui pengaruh penambahan
resorsinol pada pembuatan perekat
LSK. Penelitian dilakukan
dalam 3 tahap
yaitu tahap I
pembuatan partikel sabut
kelapa, dimana pada tahap ini
sabut kelapa dibuat kedalam partikel
100 mesh, tahap II
pembuatan perekat LSK
dimana pada tahap
ini terdapat dua
tahapan reaksi yaitu likuifikasi sabut
kelapa dan polimerisasi,
dan tahap III
penambahan resorsinol kedalam perekat LSK.
Variabel yang digunakan
dalam penelitian ini
adalah variabel penambahan kadar resorsinol
sebesar 10, 20,
30 persen berat.
Variabel - variabel
yang diamati yaitu analisa
pH, viskositas, spesific
gravity, kadar padatan, kadar formaldehida
bebas dan analisa senyawa dengan
menggunakan FT-IR perekat
LSK untuk kondisi
tanpa penambahan resorsinol dan
dengan penambahan 30%
resorsinol. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa penambahan resorsinol
memberikan pengaruh pada
perekat LSK yang
dihasilkan, yaitu pH berkisar
12,6-10,6, viskositas 43,867-
131,712 cps, spesifik
gravity 1,252-1,258, kadar padatan
46,67-80%, kadar formaldehida
1,952-1,051%. Hasil FT-IR
perekat LSK menunjukkan adanya
kemiripan gugus dengan
resin fenol formaldehid,
yaitu adanya gugus OH, C=H dari cincin aromatic, C-H dari
metilen, C-O dari eter dan senyawa fenolik.
Penulis: Mutiara Istiqomah,
Netti Herlina
Kode Jurnal: jpkimiadd140370