PEMANFAATAN KITOSAN DARI CANGKANG BEKICOT (Achatina fulica) SEBAGAI PENGAWET IKAN KEMBUNG (Rastrelliger sp) DAN IKAN LELE (Clarias batrachus)

Abstrak: Upaya  yang  harus dilakukan  untuk  menjaga  kualitas ikan  dengan menggunakan  senyawa  antimikroba  salah satunya  adalah  kitosan.  Pada  penelitian  ini,  karakterisasi  kitosan  dari  cangkang  bekicot  (Achatina  fulica) memiliki  kadar air  5,07%,  kadar abu  1,8%  dan  derajat  deasetilasi (DD) 75,13%.  Penggunaan kitosan  dalam penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  kondisi  yang  optimal  pada  konsentrasi  kitosan  dan  waktu penyimpanan ikan kembung  (Rastrelliger sp) dan ikan  lele  (Clarias batrachus)  dari  aspek  mikrobiologi  dan organoleptik.  Penelitian  ini  menggunakan  variasi  konsentrasi  kitosan  adalah  1%,  1,5%,  2%  dan  2,5% dilarutkan dalam 1% asam asetat. Pengamatan dilakukan dengan variasi waktu penyimpanan 10 jam, 15 jam, 20  jam  dan  25  jam  dan  pemberian  larutan  kitosan  dengan  cara  perendaman  dan  penyemprotan  dengan parameter  pengamatan  Total  Volatile  Base  (TVB),  organoleptik  dan  pH  ikan.  Berdasarkan  hasil  analisa, hasilnya  menunjukkan  bahwa  konsentrasi kitosan  maksimum pada  ikan kembung  (Rastrelliger sp)  dan ikan lele  adalah  1,5%  (Clarias  batrachus)  dan  perlakuan  dengan  cara  perendaman  merupakan  perlakuan  yang terbaik. Penggunaan larutan kitosan pada ikan kembung (Rastrelliger sp) bertahan 20 jam sedangkan ikan lele (Clarias batrachus) bertahan 15 jam.. 
Kata kunci: Total Volatile Base, organoleptik, pH, ikan kembung, ikan lele
Penulis: Sari Wahyu Waryani, Rika Silvia, Farida Hanum
Kode Jurnal: jpkimiadd140372

Artikel Terkait :