PENGARUH MASSA RAGI, JENIS RAGI DAN WAKTU FERMENTASI PADA BIOETANOL DARI BIJI DURIAN

Abstract: Pada saat ini kebutuhan akan energi semakin meningkat sementara persediaan energy yang biasanya digunakan dari bahan bakar fosil, jumlahnya semakin terbatas. Oleh karena itu, diperlukan sumber energy alternatif untuk mengatasi masalah kerisis energy. Salah satu energy energy alternatif yang disini dapat dikembangkan adalah bioetanol. Bioetanol dapat diproduksi dengan cara fermentasi glukosa dengan menggunakan ragi roti dan ragi tape. Biji durian adalah limbah biomassa yang kurang dimanfaatkan oleh penduduk di Indonesia, padahal setelah diteliti Biji durian mengandung karbohidrat 43,6 gram – 46,2 gram tiap 100 gram biji yang diubah menjadi glukosa. Disini telah dilakukan penelitian bioetanol dari biji durian, dengan variable yang diteliti : jenis ragi, perbandingan jumlah ragi, dan waktu fermentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diketahui kadar etanol tertinggi yang dihasilkan adalah pada metode hidrolisis dengan variabel 3 hari fermentasi, berat ragi 10 gram dan pada jenis ragi tape.
Kata kunci: Biji Durian, Fermentasi, Ragi Roti dan Ragi Tape, etanol
Penulis: Jhonprimen H. S, Andreas Turnip, M. Hatta Dahlan
Kode Jurnal: jpkimiadd120137

Artikel Terkait :