PENGARUH KONSENTRASI ASAM DAN WAKTU PADA PROSES HIDROLISIS DAN FERMENTASI PEMBUATAN BIOETANOL DARI ALANG-ALANG

Abstract: Dewasa ini ketersediaan energi dari bahan bakar fosil makin menipis. Solusi untuk mengatasi persoalan tersebut adalah dengan mengembangkan sumber energi alternative yang dapat diperbarui seperti bioetanol. Bioetanol merupakan merupakan salah satu energi alternatif pengganti minyak bumi. Alang-alang (Imperata cylindrica) dapat digunakan untuk produksi bioetanol. Komponen utama pada alang-alang (Imperata cylindrica) yang digunakan untuk produksi bioetanol adalah lignoselulosa yang terdiri dari selulosa, hemiselulosa dan lignin. Etanol dibuat dengan proses fermentasi dengan bantuan kombinasi Amylomyces rouxii, Rhizopus oryzae, Endomycopsis burtonii, Mucor sp., Candida utilis, Saccharomycopsis fibuligera, Sacharomyces cerevisiae, dan beberapa bakteri : Pediococcus sp, Baksil sp. Penelitian ini bertujuan mempelajari pemanfaatan alang-alang (Imperata cylindrica) untuk dibuat etanol dengan proses hidrolisis dan fermentasi dengan mempelajari pengaruh konsentrasi asam untuk hidrolisa, waktu hidrolisa, temperatur dan jenis ragi yang berpengaruh terhadap kadar alkohol. Hasil percobaan menunjukkan bahwa percobaan pada konsentrasi asam 2,0%, temperatur 140 oC, waktu hidrolisa 150 menit dan menggunakan ragi tape hari ketiga memberikan kadar alkohol tertinggi sebesar 5,0675%.
Kata kunci: alang-alang, bioetanol,  hidrolisa asam, Imperata cylindrica, lignoselulosa
Penulis: Osvaldo Z. S., Panca Putra S., M. Faizal
Kode Jurnal: jpkimiadd120138

Artikel Terkait :