PENGARUH LAMA WAKTU PENYIMPANAN dan PENYINARAN CAHAYATERHADAP SITRONELAL SERTA UJI TOKSISITAS dengan MENGGUNAKAN METODE BSLT (BRINE SHRIMP LETHALITY TEST)
Abstract: Pada penelitian ini
pengaruh lama waktu penyimpanan dan penyinaran cahaya pada sitronelal diuji
untuk mengetahui perubahan kandungan. Toksisitas sitronelal sebelum dan setelah
penyimpanan dan penyinaran juga diuji menggunakan metode BSLT. Penyimpanan
sitronelal dilakukan dalam botol vial bening dan vial gelap yang disimpan dalam kotak kayu dengan perlakuan penyimpanan
yang berbeda selama 4 minggu. Kotak yang pertama disinari lampu selama 24 jam
(selanjutnya disebut kotak A), kotak kedua adalah kotak yang dua sisinya
terbuat dari kasa selanjutnya disebut kotak B), dan kotak ketiga adalah kotak
tertutup yang berwarna hitam (selanjutnya disebut kotak C). Analisis kandungan
sitronelal sebelum dan sesudah penyimpanan menggunakan Kromatografi
Gas-Spektrometer Massa (KG-SM). Hasil analisa KG-SM menunjukkan bahwa persen
area berubah dari 45,29% menjadi 52,58% dan terdapat perbedaan jumlah puncak
sampel setelah disimpan selama 2 minggu dalam kotak C dalam botol vial bening.
Sampel ini kemudian diuji toksisitasnya dengan BSLT. Hasil uji BSLT menunjukkan
besarnya nilai LC50 sitronelal awal sebesar 71,1 ppm dan sebesar 132,79 ppm
pada sitronelal setelah 2 minggu penyimpanan serta 324,97 ppm pada sitronelal
setelah 4 minggu penyimpanan sehingga menunjukkan bahwa sitronelal dengan
penyimpanan 2 minggu lebih toksik dibanding dengan sitronelal yang disimpan
selama 4 minggu.
Penulis: Gilly Putri Pertiwi,
Elvina Dhiaul Iftitah, Suratmo
Kode Jurnal: jpkimiadd140044