PENGARUH LAMA PENYULINGAN TERHADAP RENDEMEN MINYAK JERUK PURUT MENGGUNAKAN DISTILASI VAKUM

ABSTRAK: Negara kita termasuk negara penghasil minyak jeruk purut dan minyak ini juga merupakan komoditi yang menghasilkan devisa negara. Oleh karena itu pada tahun-tahun terakhir ini, minyak jeruk purut mendapat perhatian yang cukup besar dari pemerintah Indonesia.  namun ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan pasar masih mengalami hambatan. Oleh sebab itu budidaya tanaman secara intensif diperlukan untuk mengatasi masalah tersebut, baik secara kuantitas maupun kualitas. Untuk itu, digunakan destilasi vakum dalam meningkatkan kualitas minyak sereh wangi. Keunggulan dari destilasi vakum tidak mengakibatkan dekomposisi komponen minyak atsiri sehingga mutu rendemen yang dihasilkan akan lebih baik.
Pada penelitian ini dilakukan proses penyulingan yang menggunakan bahan baku daun jeruk purut dan pelarut aquadest. Proses distilasi menggunakan jenis distilasi vakum dengan variabel yang berpengaruh adalah waktu (2, 3 dan 4 jam). Dari hasil penelitian didapatkan hasil yang maksimal pada penyulingan 3 jam dengan variabel bahan baku dan pelarut 1:4. Analisa produk dari minyak jeruk yang didapatkan adalah sebagai berikut pH 5, densitas 0,86 gr/ml, viscositas 0,31 Cp, indeks bias 1,46, volume minyak jeruk 11 ml, angka asam 2,805 mg-KOH/gr dan angka penyabunan 61,71 mg-KOH/gr. Dari penelitian dapat disimpulkan lama waktu penyulingan akan berpengaruh terhadap jumlah minyak jeruk purut yang dihasilkan dan dapat berpengaruh juga pada komposisi dari minyak jeruk purut.
Kata kunci: minyak jeruk purut, distilasi vakum dan pelarut aquadest
Penulis: Deddy Kurniawan W, Fahmi Arifan
Kode Jurnal: jpkimiadd120250

Artikel Terkait :