PENGARUH JENIS DAN KONSENTRASI ASAM, TEMPERATUR DAN WAKTU EKSTRAKSI TERHADAP KARAKTERISTIK FISH GLUE DARI LIMBAH IKAN TENGGIRI

Abstrak: Sebagai negara maritim, Indonesia menghasilkan produk perikanan yang sangat besar mencapai 4.408.419 ton pada tahun 2005 dan terus bertambah. Salah satu produk perikanan yang terbesar adalah ikan tenggiri dengan limbah tulang yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi sebagai bahan baku fish glue. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan kondisi proses yang dapat menghasilkan fish glue yang baik melalui dua tahap yaitu penelitian pendahuluan dan utama. Penelitian pendahuluan bertujuan mendapatkan jenis asam (CH3COOH dan HCl) dan konsentrasi asam terbaik (4%, 5%, dan 6%) pada  proses perendaman tulang ikan. Penelitian utama bertujuan  menentukan temperatur ekstraksi (45oC, 60oC, dan 75oC) dan waktu ekstraksi (4 jam, 5 jam, 6 jam). Analisis fish glue yang dilakukan adalah uji kerekatan dan sifat fisik berupa densitas, viskositas, pH, dan kadar air. Hasil dari penelitian adalah larutan perendaman yang paling baik adalah asam lemah (CH3COOH) dengan konsentrasi 5%-v/v dan ekstraksi pada 4 jam 45oC telah memberikan hasil yang optimum terhadap jumlah fish glue yang diperoleh. Fish glue sudah tidak berbau amis namun belum memiliki kekuatan rekat yang baik.
Keywords: fish glue; limbah ikan; pengolahan limbah ikan ; ikan tenggiri
Penulis: Tony Handoko, Sherly Octavia Rusli, Isabella Sandy
Kode Jurnal: jpkimiadd110094

Artikel Terkait :