PEMANFAATAN KARBON AKTIF ARANG BATUBARA (KAAB) UNTUK MENURUNKAN KADAR ION LOGAM BERAT Cu2+ DAN Ag+ PADA LIMBAH CAIR INDUSTRI
Abstract: Limbah cair industri
bisa mengandung ion logam berat seperti Cu2+ dan Ag+ yang berbahaya bagi
lingkungan jika dibuang tanpa melalui pengolahan dahulu. Metode yang digunakan
untuk mengurangi ion logam berat dalam limbah cair sudah banyak dilakukan,
salah satu diantaranya adalah adsorpsi, yaitu memisahkan komponen tertentu dari
fluida ke permukaan zat padat. Adsorpsi merupakan metode yang mudah, akan
tetapi kebanyakan adsorben yang digunakan harganya mahal, sehingga perlu adanya
alternatif adsorben yang murah. Penelitian ini memanfaatkan karbon aktif arang
batubara (KAAB) sebagai adsorbennya. Arang batubara merupakan limbah hasil
pembakaran batubara pada industri, yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi
adsorben, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Pengaktifan arang
batubara dilakukan dengan merendamnya dalam peroxide kemudian dilakukan
pemanasan pada suhu 500°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
parameter proses (konsentrasi, pH dan waktu proses) terhadap persentase ion
logam berat teradsorpsi dalam KAAB, mempelajari persamaan kesetimbangan
adsorpsi dengan menggunakan model isoterm adsorpsi Langmuir dan Freundlich, dan
menghitung konstanta kinetika adsorpsi dengan pendekatan model kinetika
pseudo-first-order dan pseudo-second-order. Pelaksanaan penelitian dengan
batch, yaitu mengkontakkan 10 gram KAAB dengan 400 ml limbah sintetis.
Pengujian kadar ion logam berat menggunakan AAS (Atomic Absorption
Spectrophotometer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa KAAB dapat digunakan
untuk mengurangi kandungan ion logam berat Cu2+ dan Ag+, pada kondisi optimum
saat konsentrasi 25 ppm, KAAB mampu mengadsorpsi ion logam Cu2+ sebesar
64,60-88,89% pada pH asam sedangkan pada pH netral sebesar 67,02-80,25%. Untuk
ion logam Ag+ pada pH asam mampu mengadsorpsi ion logam sebesar
69,97-82,21% sedangkan pada kondisi pH
netral sebesar 72,71-87,55%. Adsorpsi KAAB mengikuti model Isoterm adsorpsi
Freundlich pada pH asam dan netral, koefisien korelasi (R2) 0,994 untuk ion
logam Cu2+ dan 0,984untuk ion logam Ag+saat pH asam,sedangkan pH netral (R2)
0,986 untuk ion logam Cu2+ dan 9,69 untuk ion logam Ag+. Kinetika model
second-order rate sesuai untuk proses adsorpsi pH asam dan netral, pada kondisi
optimum harga koefisien korelasi (R2) >
0,998.
Penulis: Kusmiyati, Puspita
Adi Lystanto, Kunthi Pratiwi
Kode Jurnal: jpkimiadd120248