METAKOGNISI SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA REALISTIK DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
Abstrak: Metakognisi adalah
kesadaran berpikir seseorang tentang proses berpikirnya sendiri. Sedangkan
kesadaran berpikir adalah kesadaran seseorang tentang apa yang diketahui dan
apa yang akan dilakukan. Metakognisi memiliki dua komponen, yaitu: (1)
pengetahuan metakognitif (metacognitive knowledge) dan (2) keterampilan metakognitif
(metakognitive skills). Pengetahuan metakognitif berkaitan dengan pengetahuan
deklaratif, pengetahuan prosedural, dan pengetahuan kondisional. Sedangkan
keterampilan metakognitif berkaitan dengan keterampilan perencanaan,
keterampilan prediksi, keterampilan monitoring, dan keterampilan evaluasi.
Selanjutnya dalam mendisain pembelajaran matematika realistik, maka terdapat
tiga prinsip yang harus diperhatikan, yaitu: (1) penemuan kembali secara terbimbing
dan proses matematisasi secara progresif, (2) fenomena yang bersifat mendidik,
dan (3) mengembangkan sendiri model-model. Berdasarkan ketiga prinsip tersebut,
maka dalam implementasinya melahirkan karakteristik pembelajaran matematika
realistik, yaitu: (1) menggunakan masalah kontekstual, (2) menggunakan model,
(3) menggunakan kontribusi siswa, (4) proses pengajaran yang interaktif, dan
(5) terintegrasi dengan topik lainnya.
Penulis: Syaiful
Kode Jurnal: jpmatematikadd110029