KINERJA MEMBRAN ULTRAFILTRASI UNTUK PENGOLAHAN LIMBAH EMULSI MINYAK-AIR SINTETIS
Abstract: Kegiatan pengilangan
minyak bumi untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar menghasilkan limbah cair
emulsi minyak-air. Pengolahan limbah emulsi minyak-air dengan metode
konvensional belum mampu untuk menerapkan prinsip reuse dan recycle karena
hasil pengolahan limbah hanya dibuang ke perairan. Selain itu, proses
konvensional menimbulkan produk samping berupa sludge yang tidak
diinginkan.Membran ultrafiltrasi telah banyak digunakan untuk pengolahan limbah
berminyak. Pada penelitian ini digunakan umpan model limbah emulsi minyak
dengan fasa terdispersi berupa minyak pelumas, bensin dan solar.Fasa kontinu
adalah air, sedangkan surfaktan adalah sebagai mediator.Minyak pelumas, bensin
dan solar digunakan untuk mewakili limbah kilang minyak bumi yang berasal dari
kolom-kolom distilasi serta limbah yang berasal dari utility plant, misalnya limbah
bahan bakar solar.Penggunaan model limbah pengilangan bertujuan untuk
mendapatkan pemahaman yang lebih detail tentang kinerja membran ultrafiltrasi
untuk pengolahan limbah emulsi minyak bumi. Pengujian kinerja membran
ultrafiltrasi dilakukan dengan mengetahui profil fluks dan rejeksi.
Karakterisasi membran menunjukkan bahwa membran polyethersulfone yang digunakan
merupakan membran ultrafiltrasi asimetrik dengan permeabilitas 17,32
(l/m2.jam.bar). Profil fluks emulsi bensin, minyak pelumas dan solar menunjukkan
bahwa penurunan fluks bensin yang tertinggi. Selain itu dapat dilihat bahwa
membran polyethersulfone yang digunakan mampu merejeksi COD sebesar 98% dan
minyak sebesar 98% untuk umpan emulsi bensin. Untuk emulsi minyak pelumas, 94%
COD dan 99% minyak dapat direjeksi, sedangkan untuk umpan emulsi minyak solar,
rejeksi COD sebesar 90% dan rejeksi minyak sebesar 98%.
Penulis: Nita Aryanti, Indah
Prihatiningtyas, Diyono Ikhsan, Dyah Hesti Wardhani
Kode Jurnal: jpkimiadd130374