AKUMULASI LISTRIK STATIS PADA GELAS PLASTIK PRODUKSI MESIN INJECTION MOLDING: PENGARUH KELEMBABAN UDARA, TEMPERATUR, DAN BAHAN ADITIF
Abstract: Akumulasi listrik
statis pada gelas polipropilena hasil produksi mesin injection molding dapat
menyebabkan gelas memiliki gaya elektrostatik dan tidak dapat turun secara
gravitasi. Masalah ini menghambat aplikasi gelas pada mesin pengisian air minum
dalam kemasan (AMDK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
kelembaban udara, temperatur, dan penambahan bahan aditif TiO2 terhadap
potensial listrik permukaan gelas polipropilena. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa potensial listrik permukaan dipengaruhi oleh kelembaban udara ruang
produksi, temperatur, dan penambahan TiO2. Potensial listrik permukaan semakin
kecil dengan naiknya kelembaban udara. Setelah kelembaban mencapai 68%
potensial listrik permukaan cenderung konstan. Ditinjau dari beda potensial
(DV) antara permukaan dua gelas, kelembaban optimum adalah 67-68%, yang
ditandai dengan beda potensial yang paling rendah. Beda potensial ≤ 5,2 kV
menyebabkan gelas cepat turun, beda potensial 5,2 kV < DV ≤ 6,7 kV
menyebabkan gelas turun dengan lambat, dan DV ≥ 6,7 kV menyebabkan gelas sangat
lambat turun atau menempel. Potensial listrik turun dengan naiknya temperatur.
Potensial listrik statis permukaan hanya sedikit turun akibat penambahan 0,75%
berat TiO2. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa penggunaan gelas dengan
potensial listrik permukaan rendah dapat menaikkan kecepatan mesin pengisian
AMDK menjadi 220-250 rpm dan 140-160 rpm, masing-masing untuk mesin pengisian
gelas 180 ml dan 225 ml.
Penulis: Ratnawati, Aprilina
Purbasari, Yustina Linasari
Kode Jurnal: jpkimiadd130375