PENETAPAN HARGA INTRINSIK SAHAM SEBAGAI DASAR PEMBUATAN KEPUTUSAN INVESTASI SAHAM (STUDI PADA PERUSAHAAN TELEKOMUNIKASI YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN PERIODE 2010 - 2012)
Abstrak: Tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui kinerja saham perusahaan telekomunikasi, serta
mengetahui pengaruh perbedaan antara harga intrinsik saham dengan harga pasar
saham terhadap pengambilan keputusan investasi. Jenis penelitian yang dilakukan
menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Populasi dalam penelitian ini adalah Perusahaan Telekomunikasi yang tercatat di
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010-2012, teknik pengambilan sampel yang
digunakan adalah purposive sampling. Analisis yang digunakan dalam penelitian
ini membandingkan antara nilai intrinsik dengan harga pasar saham untuk
pembuatan keputusan investasi menggunakan Model Pertumbuhan Konstan. Hasil dari
penelitian ini menunjukkan tiga perusahaan telekomunikasi, yaitu PT XL Axiata
Tbk. (EXCL), PT Indosat Tbk. (ISAT) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM)
memiliki saham undervalued (harga intrinsik saham lebih besar daripada harga
pasar saham). Perbedaan besaran harga
ini, disebabkan harga pasar saham terbentuk atas keadaan pasar saham yang
berfluktuasi, sedangkan nilai intrinsik saham terbentuk karena adanya
penghitungan yang dilakukan oleh investor. Kesimpulan penelitian tersebut,
investor dapat membeli saham EXCL, ISAT dan TLKM apabila ingin melakukan
investasi saham pada perusahaan telekomunikasi. Sebelum menanamkan modalnya,
investor dapat memperhatikan keadaan harga pasar saham, dan membandingkannya
dengan nilai intrinsik saham yang akan diinvestasikan. Hal ini dilakukan untuk
mempertimbangkan risiko terhadap investasinya agar terhindar dari kegagalan
investasi
Penulis: Yuwono Wicaksono
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd140136