PENERAPAN ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM SEBAGAI DASAR MENENTUKAN HARGA POKOK KAMAR HOTEL (STUDI KASUS PADA HOTEL PELANGI MALANG PERIODE 2012)
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui perbedaan perhitungan harga pokok kamar dengan
menggunakan sistem akuntansi biaya tradisional dan menggunakan Activity Based
Costing(ABC) System. Metode analisis yang digunakan adalah dengan menggunakan
metode deskriptif yaitu analisis harga
pokok hotel saat ini, menetapkan metode biaya berdasarkan activity based
costing, kemudian membandingkan harga pokok kamar hotel berdasarkan activity
based costing dengan realisasinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari
perhitungan harga pokok kamar hotel dengan menggunakan activity based costing,
apabila dibandingkan dengan harga pokok kamar yang digunakan oleh hotel maka
activity based costing memberikan hasil yang lebih besar untuk tipe kamar Suite
Room sebesar Rp. 102.617,53 dan memberikan hasil yang lebih kecil untuk
Executive Deluxe Room sebesar Rp.
74.758,89, Superior Room Rp. 65.387,06, dan Standart Room Rp. 39.925,99.
Hal ini disebabkan karena pembebanan biaya overhead pada masing-masing produk.
Pada activity based costing, biaya overhead pada masing-masing produk
dibebankan pada banyak cost driver. Sehingga dalam activity based costing,
telah mampu mengalokasikan biaya aktivitas kesetiap kamar secara tepat
berdasarkan konsumsi masing-masing aktivitas. Dari kesimpulan yang ada peneliti
memberikan saran agar Hotel Pelangi Malang
segera menerapkan activity based
costing system sebagai dasar menentukan harga pokok kamar, agar pihak manajemen
tidak salah dalam pengambilan keputusan dalam menentukan harga pokok sewa
kamar.
Penulis: Septya Dewi
Cindrawati
Kode Jurnal: jpadministrasinegaradd140097