KEANEKARAGAMAN MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN DENGAN BERBAGAI POLA AGROFORESTRI DI KECAMATAN TURI
Abstrak: Penelitian bertujuan
untuk mengetahui jenis makrofauna tanah
dan tingkat keanekaragamannya pada tiga pola
agroforestri yang ada di Kecamatan Turi
serta meneliti hubungan
keanekaragaman jenis makrofauna tersebut
dengan kondisi tanah dan vegetasi.
Penelitian termasuk penelitian eksploratif secara deskriptif.
Pengambilan data menggunakan metode pengamatan
lapangan. Obyek adalah
makrofauna tanah di
permukaan yang terdapat
pada lahan di tiga
pola agroforestri, yaitu
pola agroforestri salak
(PAS), pola agroforestri
sengon (PASE), dan
pola agroforestri campuran (PAC).
Data makrofauna tanah
yang didapatkan dengan
menangkap makrofauna tanah menggunakan perangkap jebak (pitfall
trap) dan diidentifikasi menggunakan buku identifikasi
hewan tanah. Nilai keanekaragaman dihitung menggunakan indeks keanekaragaman
Shanon-Wiener. Data pelengkap meliputi kondisi vegetasi dan kondisi tanah.
Hasil penelitian didapat 19 genus makrofauna. Makrofauna yang ada di
masing-masing pola adalah
Cardiocondyla, Mirmica, Gryllus,
Lycosa, dan Lobiopa. Tingkat
keanekaragaman paling tinggi pada PASE
kemudian PAC dan
paling rendah PAS.
Tingkat keanekaragaman jenis
makrofauna tanah memiliki hubungan dengan
kondisi vegetasi. Dominansi
jenis vegetasi mempengaruhi
tingginya tingkat keanekaragaman. Semakin
tinggi nilai dominansi
jenis suatu tanaman
penyusun vegetasi maka
tingkat keanekaragaman jenis makrofauna
semakin rendah. Dengan
kondisi tanah, tingkat
keanekaragaman memiliki hubungan. Pada PAS, tingkat keanekaragaman
makrofauna memiliki hubungan positif
dengan suhu tanah dan
kelembaban sedangkan dengan
pH memiliki hubungan
negatif. Sedangkan pada
PASE dan PAC, tingkat keanekaragaman makrofauna tanah memiliki hubungan
negatif dengan suhu tanah dan pH sedangkan dengan kelembaban tanah memiliki
hubungan positif
Penulis: Retnoning Wulan,
Djuwanto, M.S
Kode Jurnal: jpbiologidd130390