PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH WALUH (Cucurbita moschata, D.) TERHADAP STRUKTUR HISTOLOGIK HATI DAN GINJAL TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus, L.)
Abstrak: Buah waluh (Cucurbita
moschata, D.) mengandung berbagai senyawa aktif yang bermanfaat terhadap
kesehatan dan sekaligus berpotensi menjadi zat toksik apabila terakumulasi
berlebih di dalam tubuh, yakni saponin dan tanin. Hati dan ginjal merupakan
organ yang rentan terhadap zat toksik. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh pemberian ekstrak buah waluh terhadap struktur histologik
hati dan ginjal tikus putih (Rattus norvegicus, L.). Penelitian eksperimen ini
menggunakan 20 ekor tikus putih jantan galur wistar dibagi dalam 4 kelompok,
masing-masing 5 ekor. Satu kelompok tanpa ekstrak buah Waluh digunakan sebagai
kelompok kontrol. Tiga kelompok lain diberi perlakuan ekstrak buah waluh dengan
dosis yang berbeda, masing-masing 10 mg/200 gBB/hari, 25 mg/200 gBB/hari, dan
40 mg/200 gBB/hari. Pemberian perlakuan ekstrak buah waluh dilakukan selama 30
hari secara oral. Preparat mikroskopik hati dan ginjal dibuat dengan pewarnaan
Hematoxylin-Eosin (HE). Data hasil pengamatan dianalisis secara deskriptif
kualitatif dan kuantitatif dengan menghitung jumlah kerusakan pada sel hati
(hepatosit)dan sel epitel tubulus proksimal ginjal dari 5 bidang pandang yang
diamati pada preparat organ hati dan ginjal dari tiap ekor tikus putih. Data
dianalisis dengan uji One-Way Anova dan diuji lanjut dengan uji Post Hoc
Multiple Comparisons menggunakan uji LSD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pemberian ekstrak buah waluh tidak berpengaruh terhadap struktur histologik
hati. Pengaruh terlihat pada struktur histologik ginjal, yakni terjadi
piknosis, karioreksis, dan kariolisis pada sel epitel tubulus proksimal.
Kelompok P3 (40 mg/200 gBB/hari) memiliki rata-rata jumlah kerusakan paling
tinggi, yakni 55,8. Rata-rata jumlah kerusakan paling rendah terjadi pada
kelompok kontrol.
Penulis: NANDA DWIANA ELIZA
Kode Jurnal: jpbiologidd130391