Skuter Sebagai Identitas Komunitas STANG “Scooter Team Anjuk Ladang”

Abstrak: Artikel  ini  dilatarbelakangi  karena  adanya  usaha  dari  komunitas  STANG  “Scooter Team Anjuk Ladang” dalam memperahankan serta menjaga eksistensi dari skuter yang meskipun motor tua dengan segala keterbatasan dan kekurangan namun oleh komunitas ini  skuter  malah  dijadikan  sebagai  bagian  dari  identitas  yang  sangat  melekat  pada mereka. Artiel ini bertujuan untuk mendeskripsikan alasan komunitas STANG “Scooter Team  Anjuk  Ladang”  memilih  skuter  sebagai  identitas komunitas  serta  mengetahui alasan komunitas tersebut menjadikan skuter sebagaibagian dari identitas baik untuk komunitas  maupun  bagi  mereka  sendiri.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa komunitas  STANG  merupakan  komunitas  skuter  yang  memiliki  identitas  berupa  rasa solidaritas  untuk  saling  tolong-menolong  yang  kuat, baik  diantara  sesama  anggota ataupun bukan yang mana hal ini sudah diakui oleh komunitas lain maupun masyarakat Nganjuk. Banyak alasan anggota komunitas ini memilih menggunakan skuter, seperti modelnya yang antik, klasik, berbeda dari kendraan  yang lain, aman dikendarai untuk pria  dan  wanita.  Skuter  yang  mereka  gunakan  dalam  berbagai  aktivitas  membuat masyarakat memahami bahwa skuter Vespa adalah identitas sosial komunitas tersebut. Faktor  yang  mempengaruhi  pembentukan  identitas  komunitas  ini  antara  lain  adalah faktor intern dan ekstern. Faktor intern meliputi kreativitas, ideologi kelompok, status sosial, media massa dan kesenangan. Sedangkan faktor eksternnya adalah masyarakat. Gaya skuter Vespa pada komunitas tersebut dapat dibedakan menjadi 3, yakni klasik, extreme, dan rosok
Kata Kunci: Skuter, Identitas, Komunitas
Penulis: IMAM NURJAMAN
Kode Jurnal: jpsosiologidd140090

Artikel Terkait :