REALITAS ANAK JALANAN DI KOTA LAYAK ANAK TAHUN 2014
Abstrak: Tujuan penelitian ini
adalah (1) Untuk mengetahui bentuk program kegiatan yang dilakukan masyarakat
dan pemerintah terhadap penanganan anak jalanan di Kota Surakarta, (2) Untuk
mengetahui kendala masyarakat dan pemerintah dalam penanganan anak jalanan di
Kota Surakarta, (3) Untuk mengetahui persepsi anak jalanan terhadap upaya
penanganan oleh masyarakat dan pemerintah di Kota Surakarta. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif dengan jenis penelitian studi
kasus. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam,
sedangkan data sekunder didapat melalui dokumentasi. Teknik pengambilan
cuplikan melalui purposive sampling dan snowball sampling. Uji validitas data
menggunakan trianggulasi sumber dan trianggulasi metode. Proses analisis data
menggunakan model analisis interaktif yakni tahap Pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) program kegiatan yang dilakukan
masyarakat dan pemerintah terhadap anak jalanan antara lain penjaringan,
identifikasi, home visit, pelatihan keterampilan, monitoring, bantuan
pendidikan, Rumah atau asrama perlindungan, Advokasi dan Pendampingan Kasus.
(2) kendala masyarakat dan pemerintah dalam penanganan anak jalanan adalah dari
anak jalanan yaitu sangat dinamis atau sering berpindah-pindah, sulit mengubah
mindset karena pendidikan anak jalanan rendah, rendahnya keinginan anak
mengikuti program pelatihan. Dari orang tua berupa kurangnya dukungan terhadap
program penanganan, tingginya tingkat eksploitasi. Dari Pemerintah belum adanya
Perda terkait dengan pelarangan pemberian sesuatu kepada anak jalanan. Dari LSM
kurangnya fasilitas penunjang, keterbatasan dana. (3) persepsi anak jalanan
terhadap upaya penanganan oleh masyarakat dan pemerintah banyak yang memiliki
kesan positif, namun juga ada kesan negatif. Analisis penelitian menunjukkan
bahwa penanganan anak jalanan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah
merupakan respon atas banyaknyaanak yang turun ke jalan. Hal tersebut merupakan
suatu tindakan sosial, yang mana tindakan tersebut berupa peran pemerintah dan
masyarakat dalam memberikan pelayanan, pelatihan, pendampingan, serta
perlindungan, sehingga dapat mewujudkan kedisiplinan dan kemandirian terhadap
anak jalanan. Penanganan yang dilakukan oleh masyarakat dan pemerintah terhadap
anak jalanan dikaji melalui tindakan sosial atas dasar rasionalitas pemikiran.
Perilaku ini termasuk kedalam rasionalitas Instrumental (Zwerk rational) karena
penanganan anak jalanan didasarkan pada pertimbangan yang sadar dan bertujuan
dengan tujuan yang mereka harapkan, serta mempertimbangkan alat yang mereka
gunakan dalam mencapai tujuan tersebut.
Penulis: FEDRI APRI NUGROHO
Kode Jurnal: jpsosiologidd140135