PERANAN KOPERASI MITRA MANDIRI DALAM MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS SEKTOR PERTANIAN DI KECAMATAN MOJOLABAN KABUPATEN SUKOHARJO TAHUN 2013
ABSTRAK: Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) peranan Koperasi Mitra Mandiri dalam
meningkatkan produktivitas sektor pertanian di Kecamatan Mojolaban, (2)
strategi penyaluran pinjaman Koperasi Mitra Mandiri agar dana dapat
dimanfaatkan secara efektif, (3) kendala yang dihadapi oleh Koperasi Mitra
Mandiri dalam peningkatan produktivitas sektor pertanian, dan (4) usaha yang
telah dilakukan oleh Koperasi Mitra Mandiri untuk mengatasi kendala-kendala
tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik
sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling atau sampel bertujuan.
Peneliti tidak menentukan sejumlah sampel, tetapi menentukan jumlah informan
untuk diwawancarai. Informan yang diwawancarai yaitu pengurus Koperasi Mitra
Mandiri dan petani di Kecamatan Mojolaban. Sumber data berasal dari informan,
tempat, peristiwa, dan dokumen atau arsip. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data
menggunakan teknik triangulasi data (triangulasi sumber). Teknik analisis data
yang digunakan adalah teknik analisis interaktif yang dimulai dari tahap
pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Prosedur penelitian ini meliputi tahap: (1) penyusunan proposal, (2) ijin
penelitian, (3) pengumpulan data, (4) analisis data, dan (5) penyusunan
laporan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) biaya produksi petani meningkat
setelah mendapat pinjaman dari Koperasi Simpan Pinjam Mitra Mandiri, kemudian
hasil produksi juga meningkat. Dengan adanya peningkatan hasil produksi maka
pendapatan yang diperoleh petani juga mengalami peningkatan dan kesejahteraan
hidup para petani meningkat. (2) Koperasi Simpan Pinjam Mitra Mandiri mempunyai
dua sistem pembinaan terhadap nasabah agar dana dimanfaatkan secara efektif
yaitu: (a) mengadakan pembinaan cara manajemen modal, dan (b) mengadakan
pengecekan secara langsung terhadap usaha nasabah. (3) Koperasi mengalami
beberapa kendala selama menjalankan kegiatannya, sebagai berikut: (a)
keterbatasan modal, (b) manajemen, dan (c) kredit macet. (4) Koperasi mengatasi
kendala yang dihadapi dengan berbagai usaha yaitu: (a) pemenuhan kebutuhan
modal, (b) peningkatan manajemen, dan (c) optimalisasi pengumpulan piutang.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Koperasi Simpan
Pinjam Mitra Mandiri berperan terhadap peningkatan produktivitas sektor
pertanian di Kecamatan Mojolaban dengan pemberian pinjaman modal kepada para
petani.
Penulis: Pipin Yanuari Astuti,
Wahyu Adi, Sohidin
Kode Jurnal: jppendidikandd130479