PENGGUNAAN METODE KERJA KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SEKOLAH DASAR
Abstrak: Berdasarkan hasil
studi awal yang dilakukan pada kegiatan pembelajaran menggunakan metode kerja
kelompok di kelas II Sekolah Dasar Negeri 14 Puaje tanggal 23 september 2013
didapati rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika hal ini
di karenakan guru kurang maksimal menggunakan metode belajar sehingga siswa
merasa bosan dan tidak tertarik dalam belajar dan memahami konsep materi yang
di ajarkan. Bertitik tolak dari itu maka di pandang perlu untuk dilakukan
perbaikan yang bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa yaitu dengan
memaksimalkan dan menentukan strategi belajar dengan optimalisasi penggunaan
metode kelompok.
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan diatas, maka
yang menjadi rumusan masalah umum Apakah Penggunaan metode kerja kelompok dapat
meningkatkan hasil pembelajaran matematika siswa kelas II Sekolah Dasar Negeri
14 Puaje Bengkayang ? yang kemudian diurai menjadi masalah khusus : a)
Bagaimana perencanaan metode kerja kelompok dalam pembelajaran matematika pada
materi pengukuran waktu di kelas II Sekolah Dasar Negeri 14 Puaje Bengkayang?
b) Bagaimana pelaksanaan metode kerja kelompok dalam pembelajaran matematika
pada materi pengukuran waktu di kelas II Sekolah Dasar Negeri 14 Puaje
Bengkayang? c) Bagaimana peningkatan hasil belajar matematika siswa kelas II
Sekolah Dasar Negeri 14 Puaje Bengkayang pada materi pengukuran waktu dengan
menggunakan metode kerja kelompok ?
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan penggunaan metode
kerja kelompok dalam meningkatkan hasil Belajar Pengukuran Waktu pada
pembelajaran matematika di kelas II Sekolah Dasar Negeri 14 Puaje .Penelitian
ini menggunakan metode deskriptif dengan jenis penelitian yaitu Penelitian
Tindakan Kelas dengan subjek penelitian berjumlah 15 orang .
Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian siklus I nilai dari IPKG
I dengan nilai 3,38 dan nilai IPKG II 3,26 sedangkan hasil belajar siswa II
Sekolah Dasar Negeri 14 Puaje Bengkayang yang belum mencapai ketuntasan belajar
sebanyak 9 orang peserta didik dengan persentase 60% dan 6 orang peserta didik
yang berhasil mencapai ketuntasan minimal dengan persentase 40%.
Sedangkan hasil penelitian pada siklus II diketahui bahwa nilai IPKG I
dengan nilai 3,83 dan IPKG II dengan nilai 3,88 sedangkan pada hasil belajar
siswa perolehan 15 orang yang berhasil mencapai ketuntasan minimal dengan
persentase 100%.
Penulis: Sri Kayatun, Hery
Kresnadi, Syamsiati
Kode Jurnal: jppendidikandd140685