KURIKULUM 2013 YANG BERKARAKTER
Abstrak: Dewasa ini perubahan
kurikulum sangat mengutamakan pembentukan karakter, mengingat pada kenyataan
menurunnya kwalitas hidup masyarakat baik dari segi moral, mental, terutama
generasi muda. Untuk itu saat ini kurikulum pendidikam yang berkarakter
diorientasikan untuk pembentukan karakter peserta didik. Perubahan kurikulum merupakan
bagian yang tidak terpisahkan dari kurikulum itu sendiri (inherent), bahwa
kurikulum yang berlaku harus dilakukan peningkatan dengan mengutamakan
kebutuhan peserta didik. Guru sebagai ujung tombak dalam implementasi kurikulum
dituntut menjadi guru yang mampu meramu kurikulum 2013 secara tepat yaitu
proses penilaian dankompetensi mampu meningkatkan kompetensi siswa untuk
menghasilkan lulusan mampu menghadapi tantangan global. Guru harus menyadari bahwa
pendidikan sangat penting untuk menjawab tantangan global, dan siswa harus
bertanggungjawab dalam menuntut ilmu untuk membentuk pendidikan karakter yang
menjadi tujuan kurikulum 2013. Kurikulum 2013 membentuk siswa melakukan
pengamatan/observasi, bertanya dan bernalar terhadap ilmu yang diajarkan. Siswa
diberi mata pelajaran berdasarkan tema yang terintegrasi agar memiliki
pengetahuan untuk tentang lingkungan, kehidupan, dan memiliki pondasi pribadi
tangguh dalam kehidupan sosial serta kreativitas yang lebih baik. Pendidikan karakter
mengatur tata kelakuan manusia pada aturan khusus, hukum, norma, adat kebiasaan
dalam bidang kehidupan sosial manusia yang memiliki pengaruh sangat kuat pada
sikap mental (mental attitude) manusia secara individu dalam aktivitas hidup.
Sikap mental sebagai unsur penggerak untuk kelakuan manusia, memberikan reaksi
terhadap lingkungan alam, dan sosial. Perilaku manusia dapat dipengaruhi langsung
oleh alam pikiran/jiwa manusia dalam menghadapi lingkungan. Mentalitas manusia
merupakan suatu nilai karakter yang berkembangkan dalam diri manusia secara
perorangan dan dipedomani oleh struktur nilai yang mengakar dan melembaga dalam
masyarakat. Misalnya satuan pendidikan, dalam satuan pendidikan terbentuk
sistem nilai sebagai pedoman perilaku seluruh komunitas satuan pendidikan yang
merupakan orientasi nilai (value orientation) komunitas satuan pendidikan dalam
kehidupan satuan pendidikan dan diluar satuan pendidikan
Penulis: Murni Eva Marlina
Kode Jurnal: jppendidikandd130530