HUBUNGAN KADAR GULA DARAH PUASA DENGAN JUMLAH LEUKOSIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DENGAN SEPSIS
Abstrak: Diabetes mellitus
merupakan suatu kelompok penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemi
yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau kedua-duanya.
Meningkatnya kepekaan terhadap infeksi pada diabetes mellitus disebabkan oleh
berbagai faktor (multifaktorial), baik yang disebabkan oleh hiperglikemia
maupun gangguan imunitas. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif
analitik dengan desain cross sectional, yang mengambil data pasien secara
prospektif di ruang rawat inap bagian penyakit dalam Irina C1 sampai C4, IMC,
instalasi gawat darurat medik RSUP Prof.Dr.R.D Kandou Manado pada bulan
November sampai desember 2012. Subjek dalam penelitian berjumlah 27 orang.
Pengukuran variabel kadar gula darah puasa dan kadar leukosit yang diambil
dengan selang waktu 3 hari selama pasien di rawat dari pertama terdiagnosis DM
dengan sepsis sampai pasien pulang atau sepsis sudah hilang. Berdasarkan
analisis koefisien korelasi Pearson antara GDP dengan jumlah leukosit diperoleh
r = -0,429 dengan p = 0,013. Simpulan: Terdapat hubungan antara kadar gula
darah puasa dengan jumlah leukosit pada pasien DM dengan sepsis dengan bentuk
hubungan linear negatif, yang artinya makin tinggi kadar gula darah puasa maka
makin rendah kadar leukosit.
Penulis: Siti Chodijah, Agung
Nugroho, Karel Pandelaki
Kode Jurnal: jpkedokterandd130426