TANGGUNG JAWAB DEBITUR TERHADAP BENDA JAMINAN FIDUSIA YANG MUSNAH DALAM PERJANJIAN KREDIT BANK

ABSTRAK: Penulisan ini membahas tentang Tanggung jawab debitur terhadap benda jaminan fidusia  yang  musnah  dalam  perjanjian  kredit  bank.  Permasalahan  yang  terjadi  bahwa terdapat  kekaburan  norma  dalam  Pasal  25  Undang-Undang  nomor  42  tahun  1999 tentang  Jaminan  Fidusia  dalam  konteks  benda  jaminan  yang  diberikan  oleh  debitur kepada  bank  yang  dibebani  jaminan  fidusia  ternyata  musnah.  Tulisan  ini  bertujuan untuk  memahami  dan  mengerti  tentang  Tanggung  jawab  debitur  terhadap  benda jaminan fidusia yang musnah dalam perjanjian kredit bank. Penulisan ini, menggunakan metode  penelitian  hukum  normatif  dengan  jenis  pendekatan  analisis  peraturan perundang-undangan  (State  approach).  Tulisan  ini  menghasilkan  penelitian  bahwa Tanggung  jawab  debitur  terhadap  musnahnya  barang  jaminan  dalam  perjanjian  kredit adalah  sebuah  konsekuensi  dari  peristiwa  yang  terjadi.  Tanggung  jawab  debitur terhadap  jaminan  benda  bergerak  yang  hilang  adalah  tetap  mengembalikan  pinjaman kredit  kepada  kreditur.  Mengenai  perpindahan  atau  pengalihan  hak  milik  dimaksud haruslah tetap mengacu kepada sistem hukum jaminan yang berlaku, yaitu bahwa pihak penerima  jaminan  atau  kreditur  tidak  dibenarkan  menjadi  pemilik  yang  penuh  atas benda tersebut, Konsekuensi hukum jika timbul masalah karena kesalahan dari pemberi fidusia  sehubungan  dengan  penggunaan  atau  pengalihan  benda  jaminan  fidusia,  maka pihak  penerima  fidusia  dibebaskan  dari  tanggung  jawab.  Dengan  kata  lain  pihak pemberi fidusia yang bertanggung jawab penuh.
Kata Kunci: Tanggung Jawab, Debitur, Perjanjian Kredit Bank, Musnah
Penulis: Dewa Ayu Dwi Julia Ramaswari, Ida Bagus Wyasa Putra
Kode Jurnal: jphukumdd140346

Artikel Terkait :