Resiliensi Keluarga Pada Pasangan Dewasa Madya yang Tidak Memiliki Anak
Abstrak: Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui bagaimana resiliensi keluarga pada pasangan dewasa
madya yang tidak memiliki anak kandung. Resiliensi keluarga merujuk pada
adaptasi positif keluarga sebagai sebuah unit. Resiliensi keluarga muncul dari
interaksi yang signifikan antara faktor resiko dengan faktor protektif.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus
intrinsik. Subyek penelitian ini adalah 2 keluarga pasangan suami istri usia
dewasa madya yang tidak memiliki anak kandung. Data diperoleh melalui wawancara
dengan subyek dan significant others.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi resiliensi
keluarga pada pasangan dewasa madya yang tidak memiliki anak kandung adalah
faktor resiko dan faktor protektif. Faktor protektif terdiri dari faktor
protektif internal dan faktor protektif eksternal meliputi kelekatan antar
anggota keluarga, komunikasi dalam keluarga, dan dukungan sosial. Kelekatan
antar anggota keluarga dapat mengatasi
tantangan komunikasi dan
ejekan dari orang
lain. Kesepakatan untuk
menghentikan pengobatan, berhati-hati
dalam mengatur keuangan hingga sama-sama bekerja dapat mengatasi masalah
keuangan keluarga. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi kesepian adalah dengan
mengajak bermain anak orang lain. Spiritualitas, rasa percaya dan penilaian
positif terhadap pasangan mempengaruhi keluarga dalam menghadapi tantangan
akibat ketidakhadiran anak kandung.
Ketika keluarga dihadapkan
dengan situasi yang
tidak dapat diubah,
dimana masalah ketidakhadiran anak sulit atau sudah tidak dapat diubah,
mereka menerima, pasrah dan sabar dengan tetap fokus pada masa depan.
Penulis: Kandung Isvan Shona
Pandanwati & Veronika Suprapti
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120009