Hubungan antara Kekerasan Emosional pada Anak terhadap Kecenderungan Kenakalan Remaja

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  apakah  terdapat  hubungan  antara  kekerasan emosional yang terjadi pada anak dengan kecenderungan kenakalan remaja pada anak yang menjadi korban kekerasan emosional tersebut. Penelitian dilakukan pada 150 pelajar Sekolah Lanjutan  Tingkat  Atas  (SLTA)  di  kelurahan  Mojo,  Surabaya.  Pengumpulan  data  dilakukan dengan  menggunakan  metode  survey.  Kekerasan  Emosional  yang  dialami  oleh  remaja  akan diukur dengan menggunakan Child Abuse and Trauma Scale yang dikembangkan oleh Sanders dan Becker-Lausen (1995) dan kecenderungan kenakalan remaja akan diukur dengan skala Self-Report  Delinquency  yang  dikembangkan  oleh  Elliott  dan  Ageton    (1980). Analisis  data  yang digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  statistik  non-parametrik  dengan  teknik  uji  korelasi Spearman's  Rho.  Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  kekerasan  emosional  berkorelasi dengan  kecenderungan  kenakalan  remaja.  Besarnya  koefisien  korelasi  antara  kedua  variabletersebut adalah 0,288 dengan taraf signifikansi 0,000. Nilai signifikansi 0,000 yang lebih kecil dibandingkan dengan nilai probabilitasnya 0,05 (p < 0,05) menunjukkan bahwa hipotesis kerja pada  penelitian  ini  diterima,  yaitu  ada  hubungan  antara  kekerasan  emosional  dengan kecenderungan kenakalan remaja. Namun dari koefisien korelasi yang lemah, dapat dikatakan bahwa  kekerasan  hanya  sebagian  kecil  dari  faktor  yang  menyebabkan  timbulnya  perilaku kenakalan pada remaja.
Kata kunci: kekerasan emosional, kenakalan remaja
Penulis: Nindya P. N., Margaretha R
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120008

Artikel Terkait :