Perilaku Mencatat dan Kemampuan Memori pada Proses Belajar
Abstrak: Belajar merupakan
proses atau kegiatan yang tidak akan berhenti dalam hidup manusia. Belajar
dapat dilakukan oleh siapa saja dan dimana saja. Salah satu proses pembelajaran
terjadi di lingkungan sekolah. Setiap siswa memiliki gaya belajar masing-masing
yang sesuai dengan
kenyamanan siswa. Hasil
dari pembelajaran tersebut
akan semakin bertambah apabila
dibantu dengan media
penyerta yaitu catatan.
Mencatat termasuk dalam
proses belajar apabila dilakukan dengan kesadaran sendiri
tanpa paksaan dari individu lain. Sikap perilaku mencatat dapat membantu siswa dalam memahami
sikap kemampuan memori
pada proses belajar.
Oleh karena itu
peneliti ingin melihat
hubungan antara sikap perilaku mencatat terhadap sikap kemampuan memori
pada proses belajar.
Metodologi penelitian adalah
kuantitatif, dengan menggunakan
166 subjek anak
kelas 2 IPA
SMA Negeri di Denpasar,
dengan rentang umur
15 sampai 17
tahun. Koefisien korelasi
dalam penelitian ini
adalah 0,442 dengan probabilitas 0,000. Ini menunjukkan
bahwa ada hubungan antara sikap perilaku mencatat terhadap sikap kemampuan memori pada
proses belajar. Koefisien
determinasi dalam penelitian
ini adalah 0,195.
Metode analisis yang digunakan pada
penelitian ini adalah
regresi sederhana. Hasil
analisis statistik menunjukkan
bahwa sikap perilaku mencatat dapat
digunakan untuk memprediksi
sikap kemampuan memori.
Ketika individu memiliki
sikap perilaku mencatat, maka
individu akan dapat
melihat sejauh mana
sikap kemampuan memori
dalam diri masing-masing individu.
Penulis: Ida Ayu Gede Bintang
Praba Dewi dan Komang Rahayu Indrawati
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan140002