Pengaruh Ngulat Tipat Taluh terhadap Keterampilan Motorik Halus Anak Usia 6-7 Tahun
Abstrak: Keterampilan motorik
halus merupakan keterampilan
yang sangat penting
diperlukan dalam perkembangan anak. Pelatihan dan
pengembangan terhadap keterampilan
motorik halus juga
mulai dikembangkan. Namun
masih sedikit sekali ditemukan
pengembangan terhadap keterampilan
motorik halus anak
melalui media kebudayaan
yang disesuaikan dengan daerahnya masing-masing. Dalam kebudayaan Bali,
salah satu media yang dapat digunakan
adalah ngulat tipat
taluh. Maka berdasarkan permasalahan di atas, adapun
tujuan dari penelitian
ini adalah untuk mengetahui pengaruh ngulat tipat
khususnya tipat taluh terhadap keterampilan motorik halus anak usia 6-7 tahun.
Penelitian ini menggunakan
metode eksperimen dengan
rancangan one-group pre-test
post-test design dengan jumlah
subyek sebanyak 49
orang. Pengumpulan data
dalam penelitian ini
dilakukan melalui pengukuran
variabel keterampilan motorik halus sebanyak dua kali yaitu pada saat
pre-test dan post-test. Alat ukur yang digunakan berupa maze yang
terdiri dari 8 buah aitem
maze. Setelah melakukan
uji validitas dan reliabilitas, maka
setiap aitem maze dikatakan valid dengan nilai rix
bergerak pada rentangan 0,298 sampai dengan 0,712 dengan nilai koefisien
reliabilitas Alpha Cronbach (α) sebesar 0,812. Berdasarkan hasil
uji statistik T-test
paired yang dilakukan,
nilai signifikansi (2-tailed) ≤ 0,025 (α= 0,025) yaitu 0,00 dan
nilai t hitung pada penelitian ini adalah 6,603 lebih besar dari t table 1,677.
Maka dapat diambil
keputusan bahwa hipotesa
alternatif (Ha) diterima
yaitu terdapat pengaruh ngulat tipat taluh terhadap keterampilan motorik
halus anak usia 6-7 tahun.
Penulis: Made Padma Dewi
Bajirani dan L.K. Pande Ary Susilawati
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan140003