Perbedaan Kemandirian Berdasarkan Tipe Pola Asuh Orang Tua pada Siswa SMP Negeri di Denpasar
Abstrak: Dalam proses
tumbuh kembang, seorang
anak mulai terbentuk
kepribadiannya oleh keluarga.
Orangtua merupakan lingkungan pertama
yang paling berperan
dalam gaya pengasuhan
anaknya, sehingga mempunyai
pengaruh yang paling besar
terhadap pembentukan kemandirian.
Pola asuh merupakan
salah satu faktor
yang sering disebut penyebab bagi perkembangan
kemandirian. Setiap orangtua memiliki cara pengasuhan yang berbeda-beda maka
dari itu akan menghasilkan
kemandirian anak yang
berbeda pula. Penelitian
ini bertujuan untuk
mengetahui perbedaan kemandirian
berdasarkan tipe pola asuh orangtua pada siswa SMP Negeri di Denpasar.
Penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif komparasi.
Subjek penelitian ini
adalah Siswa kelas
VII SMP Negeri di Denpasar sebanyak 360
orang. Metode pengambilan
sampel dengan metode
Proportionate Stratified Random Sampling. Metode pengambilan datanya
dengan menggunakan Skala Pola Asuh yang telah diuji validitasnya, dengan reliabilitas 0,886
demikian juga Skala
Kemandirian juga memiliki
reliabilitas 0,876. Sebaran
data yang diperoleh menunjukan data
normal dan homogen.
Metode analisis statistik
dengan teknik komparasi
One Way Anova. Didapatkan hasil F= 9,998; p= 0,000
dan analisis Post Hoc mendapatkan hasil yang menunjukkan bahwa Pola asuh Autoritatif
dengan Otoriter memiliki signifikansi sebesar 0,000, pola asuh Autoritatif
dengan Permisif sebesar 0,023, pola asuh Permisif dengan Otoriter sebesar
0,002. Artinya adanya perbedaan kemandirian berdasarkan tipe pola asuh Autoritatif dengan
Otoriter, perbedaan kemandirian
pola asuh Autoritatif
dengan Permisif, dan
ada perbedaan kemandirian pada
pola asuh Permisif
dengan Otoriter pada
siswa SMP Negeri
di Denpasar. Pola
asuh Autoritatif merupakan tipe
pola asuh orangtua yang memiliki anak dengan kemandirian paling baik.
Penulis: Ayu Winda Utami Santosa
dan Adijanti Marheni
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan130031