Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Emosi dengan Optimisme pada Penderita Diabetes Mellitus Anggota Aktif PERSADIA (Persatuan Diabetes Indonesia) Cabang Surakarta

ABSTRAK: Sikap  optimis  ditunjukkan  dengan  sikap  tidak  menyerah  dalam  menghadapi  permasalahan,  memiliki  ekspektasi yang  baik  pada  masa  depan  dalam  kehidupannya  dan  mempunyai cara  berfikir  yang  positif  dan  realistis  dalam memandang  suatu  masalah. Penyakit diabetes  mellitus menyebabkan  perubahan  pola  hidup  bagi  penderitanya. Penderita diabetes mellitus harus menjalani pengaturan pola makan yang ketat dan rutin menjalani pengobatan. Hal  tersebut  menimbulkan  suatu  reaksi  emosi  yang  negatif  dan  tak  jarang  menyebabkan  hilangnya  semangat hidup penderita diabetes  mellitus.  Penderita diabetes  mellitus diharapkan  memiliki  optimisme  yang  tinggi  agar penderita diabetes  mellitus berperilaku  lebih  sehat  guna  mempertahankan  dan  meningkatkan  kesehatannya, serta memperkecil  risiko komplikasi yang timbul akibat  penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui  hubungan  antara  penerimaan  diri  dan  dukungan  emosi  dengan  optimisme  pada  penderita diabetes mellitus anggota aktif PERSADIA cabang Surakarta.
Populasi  dalam  penelitian  ini  adalah  penderita  DM  anggota  aktif  PERSADIA  cabang  Surakarta.  Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Optimisme, Skala Penerimaan Diri, dan Skala Dukungan Emosi. Teknik analisis data yang digunakan untuk  menguji hipotesis  pertama  adalah analisis  regresi berganda, selanjutnya  untuk  menguji  hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial.
Dari hasil analisis regresi linear berganda, diperoleh nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,780; p = 0,000 (p < 0,05) dan F hitung 65,354 > F tabel 3,10. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan  diri dan  dukungan  emosi  dengan  optimisme  pada  penderita  DM. Secara  parsial  menunjukkan terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara penerimaan  diri dengan  optimisme  penderita  DM  dengan  koefisien korelasi  (r)  sebesar  0,630;  serta  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara  dukungan  emosi  dengan  optimism penderita  DM  yang  ditunjukkan  oleh  koefisien  korelasi  (r)  sebesar  0,251. Nilai  R2 dalam  penelitian  ini  sebesar 0,609 atau 60,9%; terdiri  atas  kontribusi  penerimaan  diri  terhadap  optimisme sebesar 48,771%  dan kontribusi dukungan  emosi  terhadap  optimisme sebesar 12,106%. Ini  berarti  masih  terdapat  39,1% faktor  lain  yang mempengaruhi optimisme.
Kata kunci: optimisme, penerimaan diri, dukungan emosi, diabetes mellitus
Penulis: Ali Hasan, Salmah Lilik, Rin Widya Agustin
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130027

Artikel Terkait :