Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial dengan Stres pada Ibu yang Memiliki Anak Autis di SLB Autis di Surakarta

ABSTRAK: Autis adalah gangguan perkembangan yang sifatnya kompleks, mencakup aspek interaksi sosial, komunikasi, dan aktivitas  serta  minat  yang  terbatas  yang  sulit  untuk  dipahami  oleh  ibu  yang  memiliki  anak  autis,  sehingga  dapat menyebabkan  stres.  Penerimaan  diri  dan  dukungan  sosial diharapkan dapat  membantu  ibu  yang  memiliki  anak autis  untuk  menghindari  stres. Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui:  1.  Hubungan  antara penerimaan  diri dan dukungan sosial dengan stres pada ibu yang memiliki anak autis di SLB Autis di Surakarta, 2. Hubungan antara penerimaan diri dengan stres pada ibu yang memiliki anak autis di SLB Autis di Surakarta, dan 3. Hubungan antara dukungan sosial dengan stres pada ibu yang memiliki anak autis di SLB Autis di Surakarta .
Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki anak autis di SLB Autis di Surakarta, yaitu SLB Autis AGCA Center,  SLB  Autis  Alamanda,  dan  SLB  Autis  Harmony sebanyak  81  0rang. Pengambilan  sampel  menggunakan purposivesampling, dengan sampel sebanyak 68 orang. Alat pengumpul data yang digunakan dalam penelitian ini adalah  skala stres  pada  ibu  yang  memiliki  anak  autis,skala penerimaan  diri,  dan  skala dukungan  sosial.  Teknik analisis  data  yang  digunakan  untuk  menguji hipotesis  pertama  adalah  analisis  regresi  dua  prediktor,  selanjutnya untuk menguji hipotesis kedua dan ketiga menggunakan analisis korelasi parsial.
Dari  hasil  analisis  regresi  dua  prediktor,  diperoleh  nilai  koefisien  korelasi  (R)  sebesar  0,678;  p = 0,000  (p < 0,05) dan F hitung 14,916 > F tabel 3,267. Hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara penerimaan  diri  dan  dukungan  sosial  dengan  stres  pada  ibu  yang  memiliki  anak  autis  di  SLB  Autis  di  Surakarta. Secara  parsial  menunjukkan  terdapat  hubungan  yang  signifikan  antara penerimaan  diri  dengan  stres  pada  ibu yang  memiliki  anak  autis dengan  koefisien  korelasi  (r)  sebesar -0,338;  serta  terdapat  hubungan  yang  signifikan antara dukungan sosial dengan stres pada ibu yang memiliki anak autis yang ditunjukkan oleh koefisien korelasi (r)  sebesar -0,354. Nilai  R2 dalam  penelitian  ini  sebesar 0,460 atau 46%; terdiri  atas kontribusi penerimaan  diri terhadap stres  pada  ibu  yang  memiliki  anak  autis sebesar 22,27%  dan dukungan  sosial terhadap stres  pada  ibu yang memiliki anak autis sebesar 23,73%. Ini berarti masih terdapat 54% faktor lain yang mempengaruhi stres pada ibu yang memiliki anak autis.
Kata kunci: stres pada ibu yang memiliki anak autis, penerimaan diri, dukungan social
Penulis: Nurul ‘Azizah Rahmawati, Machmuroch , Arista Adi Nugroho
Kode Jurnal: jppsikologikepribadiandd130026

Artikel Terkait :