Hubungan antara Penerimaan Diri dan Dukungan Sosial dengan Kemandirian pada Penyandang Cacat Tubuh di Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Daksa (BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta
ABSTRAK: Kemandirian merupakan
tugas perkembangan pada
masa dewasa. Salah satu
hambatan pencapaian
kemandirian adalah kecacatan
tubuh. Sebagian besar
penyandang cacat tubuh merasakan perubahan
pada kemampuan diri,
mengalami dukungan emosional yang kurang dari keluarga dan
teman-teman, serta mendapat anggapan masyarakat bahwa
penyandang cacat adalah orang
yang tidak berdaya dan hidupnya akan hancur. Ketiga hal di atas menandakan
masih kurangnya penerimaan diri dan dukungan sosial penyandang cacat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
1) Hubungan antara
penerimaan diri dengan
kemandirian pada penyandang
cacat tubuh, 2) Hubungan
antara dukungan sosial dengan
kemandirian pada penyandang cacat tubuh,
3) Hubungan antara penerimaan diri dan dukungan sosial dengan kemandirian pada
penyandang cacat tubuh.
Populasi penelitian ini
adalah 98 siswa
penyandang cacat tubuh
di Balai Besar
Rehabilitasi Sosial Bina Daksa
(BBRSBD) Prof. Dr. Soeharso Surakarta dengan kriteria usia 18-25 tahun, telah
tinggal di BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta minimal tiga bulan, pendidikan
minimal SMP dan memiliki kecacatan
tubuh akibat kecelakaan
atau penyakit. Sampel
diambil secara purposive random sampling berdasarkan kriteria yang
sudah ditetapkan oleh peneliti, sebanyak 60 orang.
Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data pada penelitian ini
adalah skala penerimaan diri bagi penyandang cacat tubuh, skala dukungan sosial
bagi penyandang cacat tubuh di BBRSBD Prof. Dr. Soeharso Surakarta terdiri, dan
skala kemandirian bagi penyandang cacat. Uji
hipotesis menggunakan analisis
regresi linear berganda
dan korelasi parsial.
Hasil uji F menunjukkan
bahwa terdapat hubungan
yang signifikan antara
penerimaan diri dan dukungan sosial dengan
kemandirian pada penyandang
cacat tubuh (sig.0,000
< p 0,05
dan F =
21,970 > F tabel 3,15). Hasil analisis
korelasi parsial menunjukkan bahwa
terdapat hubungan positif
antara penerimaan diri dengan
kemandirian, (ry12 = 0,365).
Selain itu, juga
terdapat hubungan positif antara dukungan sosial dengan
kemandirian (ry21 = 0,412). R2 sebesar
0,435.
Penulis: Shinta Arvianti
Hamidah, Suci Murti Karini, Nugraha Arif Karyanta
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd120028