MENGATASI ANCAMAN IDENTITAS KEMISKINAN: STUDI KASUS SEBUAH KELUARGA MISKIN DI SURABAYA

Abstrak:  Berdasarkan  Teori  Identitas  Sosial  dari  Tajfel  &  Turner  (dalam  Ellemers dkk,  2002),  orang  miskin  perkotaan  akan  cenderung  dikategorikan  dalam  hal  status sosial-ekonomi.  Dalam  pengkategorian  ini,  orang  miskin  akan  memiliki  status identitas  negatif  karena  berada  dalam  posisi  lebih  rendah.  Teori  identitas  sosial mengasumsikan  bahwa  individu  dengan  status  yang  negatif  akan  menghadapi ancaman  identitas.  Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  bagaimana  sebuah keluarga  miskin  menjalani  kehidupannya  terkait  dengan  situasi  kemiskinannya  dan strategi  untuk  mengatasi  ancaman  identitas  karena  situasi  tersebut.  Penelitian  ini  menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Partisipan penelitian ini  adalah  sebuah  keluarga  miskin  di  Surabaya  yang  terdiri  dari  ayah,  ibu,  dan seorang  anak  remaja  perempuan.  Mereka  direkrut  dengan  cara  purposive  sampling. Data  dikumpulkan  menggunakan  wawancara  semi-terstruktur  dan  dianalisis menggunakan  Analisis  Tematik.  Hasil  analisis  data  menghasilkan  tiga  tema  utama, yaitu situasi kemiskinan,  respon terhadap situasi kemiskinan, dan strategi mengatasi ancaman  identitas.  Secara  umum,  penelitian  ini  menemukan  adanya  kesulitan mencari  pekerjaan,  perubahan  kondisi  hidup,  dan  ketidakmampuan  memenuhi kebutuhan sehari-hari sehingga mereka menghadapi situasi yang sulit. Bahkan, semua partisipan  melaporkan  mengalami  tingkat  tertentu  dari  diskriminasi  dan  perlakuan tidak  layak  dari  lingkungan  sekitarnya.  Walaupun  demikian,  masih  ada  dukungan sosial  yang  mereka  terima  dari  keluarga,  pemerintah,  dan  tetangga.  Partisipan merespon  situasi  kemiskinan  mereka  dengan  perasaan  seperti  sedih,  cemas,  dan marah,  namun  mereka  masih  memiliki  harapan  untuk  anak-anaknya  agar mendapatkan  kehidupan  yang  lebih  baik.  Pada  akhirnya,  mereka  beradaptasi  dengan strategi  intrapersonal  dan  strategi  interpersonal  untuk  mengurangi  ancaman identitas  mereka  sebagai  orang  miskin  dengan  tujuan  mendapatkan  identitas  yang positif. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semua partisipan dapat  beradaptasi  dengan  situasi  kemiskinan  mereka  dan  menunjukkan kecenderungan untuk mengatasi masalah psikologis yang disebabkan oleh kemiskinan dengan cara yang positif. 
Kata Kunci: Keluarga miskin, kemiskinan, strategi menghadapi ancaman identitas
Penulis: Dinar Gusti Hanani, Muhammad Syafiq
Kode Jurnal: jppsikologisosialdd130005

Artikel Terkait :