Hubungan antara Motivasi Intrinsik dan Self-Efficacy dengan Keterlibatan Kerja pada Karyawan Bagian Konveksi P.T. Dan Liris Sukoharjo
ABSTRAK: Keterlibatan kerja
yang dimiliki karyawan
merupakan salah satu
hal yang berpengaruh
terhadap kemajuan organisasi, berhasil
atau tidak dalam
mencapai tujuannya, karena
karyawan yang mempunyai
keterlibatan kerja yang tinggi
akan menunjukkan sikap kerja yang penuh perhatian dan menghasilkan kualitas
pekerjaan yang tinggi. Motivasi intrinsik dibutuhkan
untuk mendorong karyawan
melakukan pekerjaan secara
tulus dengan tujuan memperoleh kepuasan dan memperoleh
kesenangan dari partisipasi dalam bekerja tanpa memperhatikan reward yang diperoleh. Self-efficacy dibutuhkan untuk mendorong
karyawan meyakini kemampuannya
dalam mencapai tujuan atau
hasil yang diharapkan.Motivasi intrinsik
dan self-efficacy yang
tinggi pada karyawan
dapat berperan dalam meningkatkan
keterlibatan kerja.
Penelitian ini adalah
penelitian kuantitatif korelasional
yang bertujuan untuk
mengetahui hubungan antara motivasi intrinsik
dan self-efficacy dengan
keterlibatan kerja.Populasi penelitian
ini adalah seluruh
karyawan bagian konveksi P.T.
Dan Liris Sukoharjo sejumlah
923 orang. Sampel
penelitian ini adalah
karyawan bagian konveksi P.T.
Dan Liris Sukoharjo
sejumlah 90 karyawan.Sampling penelitian ini
adalah simple random sampling.
Instrumen yang digunakan adalah skala keterlibatan kerja dengan jumlah
aitem valid 25 dengan reliabilitas 0,859, skala
motivasi intrinsik sejumlah
30 aitem valid
dengan reliabilitas0,843, dan
skala self-efficacysejumlah
26 aitem valid dengan
reliabilitas sebesar 0,853. Analisis
data menggunakan teknik
analisis linear regresi
berganda, diperoleh p-value
sebesar 0,00 < 0,05
dan Fhitung49,480 >Ftabel=
3,104serta R sebesar0,729.
Hal ini berarti
terdapat hubungan antara motivasi intrinsik
dan self-efficcay dengan
keterlibatan kerja. Nilai koefisien determinan
(R Square) sebesar 0,532 artinya motivasi intrinsik dan self-efficacysecara bersama-sama
memberi sumbangan efektif (SE) sebesar 53,2% terhadap keterlibatan kerja. Sumbangan
relatif motivasi intrinsik terhadap keterlibatan kerja adalah 52,93% dan
sumbangan relatif self-efficacy terhadap keterlibatan kerja adalah 47,04%.
Sumbangan efektif yang diberikan motivasi intrinsic terhadap keterlibatan kerja
adalah 28,17% dan sumbangan efektif variabel self-efficacy terhadap
keterlibatan kerja adalah 25,04%.
Penulis: Ema Rafika Rahmi, Munawir Yusuf , Aditya Nanda Priyatama
Kode Jurnal: jppiodd140005