Hubungan Antara Komitmen Organisasi dan Perilaku Kewargaan Organisasi pada Fungsionaris Partai Golkar di Bali
Abstrak: Fenomena “kutu
loncat” elit politik menjelang pemilihan umum berpengaruh terhadap instabilitas
partai. Fenomena ini terkait dengan
rendahnya komitmen organisasi
dan perilaku kewargaan
organisasi pada fungsionaris
partai. Dengan berkomitmen pada organisasi, fungsionaris partai
dapat mengidentifikasi diri terhadap
tugas dan tujuan serta loyal terhadap organisasi. Hal ini kemudian membuat
fungsionaris tersebut dapat memunculkan perilaku kewargaan organisasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara komitmen
organisasi perilaku kewargaan organisasi pada fungsionaris Partai
Golkar di Bali.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional. Subjek
penelitian ini adalah fungsionaris partai Golkar di Bali sebanyak 97
orang dengan kriteria
masa bergabung minimal
5 tahun, berusia
antara 25-65 tahun
dan pendidikan minimal
SMA/sederajat. Metode pengambilan sampelnya dengan metode convenience. Metode
pengambilan datanya dengan Skala Komitmen
Organisasi yang reliabilitasnya 0,814
dan Skala perilaku
kewargaan organisasi yang reliabilitasnya 0,791.
Normalitas variabel komitmen
organisasi sebesar 1,127
dan variabel perilaku
kewargaan organisasi sebesar 0,878. Linieritas variabel komitmen
organisasi dan variabel perilaku kewargaan organisasi sebesar 0,000. Metode
analisis datanya dengan teknik korelasi product moment dari Pearson. Hasilnya
menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara komitmen
organisasi dengan perilaku kewargaan organisasi dengan nilai korelasi 0,529
dan nilai probabilitas 0.000.
Artinya ada hubungan
antara komitmen organisasi
dan perilaku kewargaan organisasi
pada fungsionaris partai Golkar di Bali.
Penulis: Dewa Ayu Diah Tri
Paramita Putri Nida dan Nicholas Simarmata
Kode Jurnal: jppiodd140004