HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN (INTELEKTUAL, EMOSI, SPIRITUAL) DENGAN PENERIMAAN DIRI PADA DEWASA MUDA PENYANDANG CACAT TUBUH DI BALAI BESAR REHABILITASI SOSIAL BINA DAKSA PROF.DR.SOEHARSO SURAKARTA

Abstrak: Penerimaan diri merupakan sikap positif terhadap diri sendiri, yang berarti mampu  menerima  segala  kelebihan  dan  kekurangan  yang  dimiliki,  sekalipun  itukondisi cacat tubuh. Bagi dewasa muda hal tersebut tentu bukan hal yang mudah untuk  diterima,  baik  itu  cacat  bawaan  atau  cacat  sesudah  lahir.  Berbagai  gejolak emosi  yang  muncul  dari  dalam  dan  luar  seperti  pandangan  orang  lain,  akan mempengaruhi individu untuk bisa menerima diri atau malah menolak diri. Dalam hal  ini  peran  ketiga  jenis  kecerdasan  (intelektual,emosi,spiritual)  sangat  penting untuk membantu individu dewasa muda keluar dari tekanan yang ada dan mampu meraih  kondisi  penerimaan  diri  yang  realistis.  Tujuan  penelitian  ini  yaitu  untuk mengetahui:1)  hubungan  antara  kecerdasan  intelektual,  kecerdasan  emosi,  dan kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada dewasa muda penyandang cacat tubuh;  2)  hubungan  antara  kecerdasan  intelektual  dengan  penerimaan  diri;  3) hubungan  antara  kecerdasan  emosi  dengan  penerimaan  diri;  dan  4)  hubungan antara kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri.
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina  Daksa  Prof.  Dr.  Soeharso  Surakarta,  berusia  20-30  tahun,  pendidikan minimal SMP, berjumlah 40 orang. Penelitian ini merupakan penelitian populasi. Pengumpulan  data  penelitian  menggunakan  Skala  Penerimaan  Diri  (validitas  = 0,337-0,694;  reliabilitas  =  0,897),  Skala  Kecerdasan  Emosi  (validitas  =  0,318-0,753;  reliabilitas  =  0,895),  dan  Skala  Kecerdasan  Spiritual  (validitas  =  0,336-0,726; reliabilitas = 0,912), dan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) Skala3. Penelitian  ini  menggunakan  teknik  analisis  multivariate  non-parametrik Regresi  Logistik  Ordinal.  Hasil  Uji  Simultan  dengan  menggunakan  statistic Likelihood  Ratio (LR)  menunjukkan  nilai X2=28,942  (X2 hitung>X2 tabel)  dan  p  = 0,000  (p<0,05).  Hal  tersebut  menunjukkan  bahwa  ada  hubungan  positif  dan signifikan  antara  kecerdasan  intelektual,  kecerdasan  emosi,  dan  kecerdasan spiritual dengan penerimaan diri pada penyandang cacat tubuh. Uji parsial dalam Regresi  Logistik  Ordinal  adalah  dengan  Uji  Wald.  Hasil  Uji  Parsial  dengan  Uji Wald menunjukkan ada hubungan positif dan signifikan antara kecerdasan emosi dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,007; p<0,05), ada hubungan positif  dan  signifikan  antara  kecerdasan  spiritual  dengan  penerimaan  diri penyandang  cacat  tubuh (p=0,042;  p<0,05),  serta terdapat  hubungan  yang  sangat lemah meskipun tidak signifikan antara kecerdasan intelektual dengan penerimaan diri penyandang cacat tubuh (p=0,687; p>0,05).
Kata  kunci:  penerimaan  diri  penyandang  cacat  tubuh,  kecerdasan  intelektual, kecerdasan emosi, kecerdasan spiritual
Penulis: Desi Anggraini
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120017

Artikel Terkait :