ATTACHMENT DAN PENYESUAIAN DIRI DALAM PERKAWINAN

Abstrak: Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  hubungan  antara  attachment  dengan  penyesuaian  diri  dalam  perkawinan. Selama tahun pertama dan kedua perkawinan pasangan  suami-istri  biasanya  harus  melakukan penyesuaian satu sama lain,  terhadap  anggota  keluarga  masing-masing  dan  teman-teman.  Masalah  penyesuaian  yang  paling  pokok  yang pertama kali  dihadapi oleh keluarga  baru  adalah  penyesuaian terhadap pasangannya. Subjek penelitian sebanyak 100 orang anggota paguyuban Ibu-ibu PTPN IX Sub Unit Kebun Sukamangli Sukorejo. Penelitian ini menggunakan skala attachment  dan  penyesuaian  diri  dalam  perkawinan.  Hasil  penelitian  menunjukkan  bahwa  ada  hubungan  antara variabel attachment dengan penyesuaian diri dalam perkawinan ditunjukkan dengan skor korelasi rxy = 0,541dengan p=  0,001  (p<0,05).  Semakin  tinggi  kelekatan,  maka  semakin  ringgi  penyesuaian  diri  dalam  perkawinan,  dan sebaliknya,  semakin  rendah  kelekatan  maka  akan  semakin  rendah  penyesuaian  diri  dalam  perkawinan.  Koefisien determinasi R2 sebesar 0,292 . Hubungan orang tua dengan anaknya dapat mempengaruhi  individu dalam  melakukan penyesuaian diri karena penerimaan orangtua terhadap anak akan menumbuhkan rasa aman, percaya diri, penghargaan, sehingga  terjadi  penyesuaian  diri  yang  baik.  Penyesuaian  diri  tersebut  akan  berlaku  juga  dalam  kehidupan perkawinannya.  
Kata Kunci: attachment, penyesuaian diri dalam perkawinan, ibu-ibu anggota paguyuban
Penulis: Endang Sri Indrawati, Nailul Fauziah
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120016

Artikel Terkait :