HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSI DENGAN KECEMASAN MENGHADAPI MASA PENSIUN PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL

Abstrak: Masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil kerap dianggap sebagai ancaman terhadap  kehidupan seseorang  di  masa  yang  akan  datang sehingga  dapat menimbulkan  kecemasan. Cemas  atau  tidak  cemasnya  individu  saat  menghadapi masa pensiun banyak ditentukan oleh kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi yang tinggi  dapat  mengarahkan  individu  pada  kondisi  tidak  cemas,  sebaliknya kecerdasan  emosi  yang  rendah  dapat  mengarahkan  individu  pada  kecemasan.
Tujuan  penelitian  ini  ialah  untuk  mengetahui  hubungan  antara  kecerdasan  emosi dengan kecemasan menghadapi masa pensiun pada Pegawai Negeri Sipil. Populasi  penelitian  ini  ialah  seluruh  pegawai  negeri  sipil  bagian administrasi  di  Kantor  Pusat  Universitas  Sebelas  Maret  Surakarta.  Populasi penelitian  berjumlah  431  pegawai.  Sampel  diambil  dengan  kriteria  berstatus pegawai  negeri  sipil,  pria  dan  wanita usia  antara 51 sampai 55,  yaitu  usia menjelang  pensiun  dan  belum  pensiun,  tidak  memiliki  pekerjaan  sampingan sehingga  pegawai  tidak  memiliki  pendapatan  tambahan  dan  golongan  III-IV karena  memiliki  kedudukan  atau  jabatan  di  kantor  masing-masing. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Populasi yang masuk ke dalam  kriteria  berjumlah  80  orang. Pengumpulan  data  menggunakan  skala kecerdasan  emosi dan  skala kecemasan  menghadapi  masa  pensiun. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis korelasi product momen.
Hasil  analisis  dengan  menggunakan  teknik  korelasi product  momen diperoleh nilai koefisien korelasi (r) sebesar -0,677 serta taraf sigifikansi 0,000 < 0,05. Dari hasil analisis tersebut, maka dapat dikemukakan ada hubungan negative antara  kecerdasan  emosi  dengan  kecemasan  menghadapi  masa  pensiun  pada pegawai  negeri  sipil.  Artinya  semakin  tinggi  kecerdasan  emosi  maka  akan semakin  rendah  kecemasan  menghadapi  pensiun,  begitu  juga  sebaliknya.  Peran kecerdasan emosi terhadap kecemasan menghadapi masa pensiun sebesar 45,8%.
Kata kunci: kecerdasan emosi, kecemasan, pension
Penulis: Artika Kumala Dewi
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan120020

Artikel Terkait :