Hubungan antara Berpikir Positif Dengan Harga Diri pada Lansia yang Tinggal di Panti Jompo di Bali

Abstrak: Dari tahun ketahun jumlah lansia yang tinggal di panti jompo di Bali semakin bertambah. Kebanyakan lansia dibawa oleh  keluarga  ke  panti  jompo  dengan  alasan  tidak  lagi  mampu  menjaga  dan  mengurus  lansia  di  rumah.  Hal  ini menjadikan tidak sedikit lansia yang  berpikir negatif tentang keputusan keluarga yang  menempatkan lansia di panti jompo, sehingga membuat lansia memiliki harga diri yang rendah. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan berpikir positif dengan harga diri lansia. 
Penelitian  ini  merupakan  studi  korelasional  dengan  subjek  sebanyak  84  lansia  yang  tinggal  di  panti  jompo  di  Bali. Teknik  pengumpulan  data  dengan  menggunakan  kuesioner.  Variabel  berpikir  positif  diukur  dengan  menggunakan kuesioner  berpikir  positif,  sedangkan  variabel  harga  diri  diukur  dengan  menggunakan  kuesioner  harga  diri  yang sudah diuji validitas dan reliabilitasnya. Range validitas item berpikir positif sebesar 0,259 s/d 0,935 dengan jumlah item  sebanyak  22  butir  dan  koefisien  reliabilitasnya  0,944.  Range  validitas  item  harga  diri  sebesar  0,282  s/d  0,938 dengan jumlah item sebanyak 23 butir dan koefisien reliabilitasnya sebesar 0,959. 
Hasil analisis statistik nonparametrik Kendall’s tau menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara berpikir positif  dengan  harga  diri  (r=0,422  ;  p=0,000),  dimana  dapat  disimpulkan  bahwa  variabel  berpikir  positif  dapat menjelaskan  variabel  harga  diri  sebesar  17,8%.  Hal  tersebut  dapat  menjelaskan  bahwa  hipotesis  penelitian  yang menyatakan ada hubungan antara berpikir  positif dengan harga diri pada lansia yang tinggal  di  panti jompo di  Bali dapat  diterima.  Hal  lain  yang  dapat  menjelaskan  adanya  hubungan  berpikir  positif  dengan  harga  diri  adalah  karena lansia  mampu;  (1)  menerima  diri  dan  keadaannya,  (2)  menyesuaikan  diri,  (3)  memandang  diri  secara  positif,  (4) menunjukkan kekuatan, dan (5) menunjukkan kompetensinya. 
Kata kunci: Berpikir positif, harga diri, lansia, panti jompo
Penulis: Ayu Andini dan Supriyadi
Kode Jurnal: jppsikologiperkembangan130035

Artikel Terkait :