EKSEKUSI HAK PATEN YANG DIBEBANKAN DENGAN JAMINAN FIDUSIA

ABSTRAK: Dalam  perkembangan  pembangunan  perekonomian,  harus  juga  dibarengi  oleh pembangunan  hukum  yang  maksimal.  Namun  kenyataannya,  pembangunan  hukum selalu  ketinggalan  dengan  perkembangan  kebutuhan  masyarakat.  Saat  ini  jaminan fidusia berkembang ke arah yang lebih maju begitu juga dengan objek jaminan fidusia sudah  banyak  berkembang  ke  arah  yang  lebih  baru.  Misalnya  hak  paten  yang dibebankan  dengan  jaminan  fidusia,  tetapi  proses  eksekusi  hak  paten  tersebut  belum jelas  diatur  dalam  Undang-Undang  Nomor  42  tahun  1999  tentang  Jaminan  Fidusia (UUJF). Oleh sebab itu dibuatlah tulisan ini yang berjudul “Eksekusi Hak Paten yang Dibebankan  Dengan  Jaminan  Fidusia”.  Dengan  menggunakan  metode  penulisan normatif, tulisan  ini  akan  memberikan  pengetahuan  tentang  proses  eksekusi  hak  paten bila debitur wanprestasi. Dalam UUJF tidak disebutkan bagaimana proses eksekusi hak paten  bila  debitur  wanprestasi,  namun  dalam  Undang-Undang  Nomor  14  Tahun  2001 tentang Paten diatur cara pengalihan hak paten yang dapat digunakan sebagai eksekusi hak  paten  dalam  jaminan  fidusia  yaitu  melalui  pengalihan  hak  paten  secara  tertulis dibuat  dalam  bentuk  akta  notaris  dan  didaftarkan/dicatat  di    Direktorat  Jenderal  Hak Atas  Kekayaan  Intelektual  (Ditjen  HAKI)  dan  dikenakan  biaya  administratif. Pengalihan  hak  paten  secara  tertulis  tersebut  dimaksudkan  untuk  memanfaatkan  hak ekonomi  yang  melekat  pada  hak  paten  oleh  pemegang  lisensi  hak  paten.  Selanjutnya dari  hasil  yang  didapat  melalui  pelaksanaan  hak  ekonomi  tersebut  diambil  pelunasan utang oleh kreditor
Kata Kunci: Jaminan Fidusia, Hak Paten, Proses Eksekusi
Penulis: Pio Salvator Ginting Suka, Anak Agung Sri Indrawati
Kode Jurnal: jphukumdd140319

Artikel Terkait :