Analisis work family conflict terhadap kesejahteraan psikologis pekerja
Abstrak: Keberhasilan suatu
organisasi ditandai dengan karyawan yang sejahtera di tempat kerjanya. Bagi karyawan
yang sudah menikah, tuntutan pekerjaan dan keluarga harus dijalankan dengan
seimbang karena kepuasan dalam keluarga berkontribusi terhadap kebahagiaaan di
tempat kerja. Selanjutnya, ketika karyawan dapat menjaga keseimbangan pemenuhan
tuntutan pekerjaan dan keluarga, maka karyawan akan terhindar dari work family
conflict. Studi ini memiliki dua tujuan penelitian. Pertama adalah untuk
mengetahui hubungan work family conflict dengan kesejahteraan psikologis. Kedua
adalah untuk mengetahui faktor-faktor penentu kesejahteraan psikologis
berdasarkan dimensi work family conflict (yaitu, time-based conflict,
strain-based conflict, dan behavior-based conflict). Kuesioner digunakan untuk
mengukur kedua variabel penelitian. Ada 288 karyawan perkebunan yang terlibat
dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work-family conflict
berkorelasi negatif dengan kesejahteraan psikologis. Penelitian ini juga
menunjukkan bahwa ada dua dimensi work-family conflict yang memberikan
kontribusi terhadap kesejahteraan psikologis. Penelitian ini bisa menjadi
pedoman bagi pembuat kebijakan untuk pelaksanaan kebijakan sumber daya manusia
yang lebih baik.
Penulis: Maria Mayasari
Sianturi dan Zulkarnain
Kode Jurnal: jppiodd130040